Pensiunan Guru SD di Blitar Cetak dan Edarkan Uang Palsu, Ngaku Tertipu Uang Gaib Rp35 Juta

Sejumlah barang bukti yang disita polisi dan pensiunan guru SD usai diperiksa di Polsek Ponggok.(aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Seorang pensiunan guru SD berinisial Joko H (64), warga Dusun Jatinom, Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, nyaris menjadi bulan-bulanan pedagang usai ketahuan membayar dengan uang palsu (Upal) di pasar tumpah Tugurante, Desa Bendo, Kecamatan Ponggok.

Baca Juga :Sound Horeg di Tulungagung Berpotensi Picu Tinnitus dan Gangguan Saraf, Ini Penjelasan Dinkes

Insiden itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB ketika Joko membeli sayuran dari seorang pedagang kecambah. Pedagang merasa curiga karena uang pecahan Rp 20 ribu yang diterima terasa kusam dan kasar, tidak seperti uang asli. Setelah diinterogasi, Joko mengaku uang tersebut adalah hasil cetakannya sendiri menggunakan printer.

Read More

“Beruntung saat kejadian ada petugas Polsek Ponggok yang sedang patroli. Pelaku langsung diamankan dan dibawa ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar.

Dari hasil pemeriksaan, Joko mengakui mencetak uang palsu sendiri karena terdesak kebutuhan ekonomi. Ia nekat membuat uang palsu setelah tertipu dalam praktik penipuan berkedok uang gaib. Dalam kasus tersebut, ia mengaku telah menyetorkan mahar hingga Rp35 juta dengan janji mendapatkan kekayaan instan, tapi tak pernah terealisasi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *