Tulungagung, SEJAHTERA.CO – DPC PDI Perjuangan Tulungagung mentargetkan untuk kembali mendapatkan 15 kursi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 mendatang.
Demi mendukung upayanya itu, DPC PDI Perjuangan Tulungagung turut melibatkan Generasi Z dan perempuan dalam struktural partai berlogo banteng itu.
Wakil Ketua Bidang Sumber Daya, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Pulung Agustanto mengatakan, pihaknya menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan ini diprioritaskan pada 14 daerah di Jawa Timur yang menjadi basis kemenangan partai berlogo banteng itu.
Kegiatan Musancab yang digelar ini tidak hanya sekadar rutinitas organisasi saja, melainkan juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat mesin partai.
Baca Juga :Borong Juara Nasional, Siswa MAN 2 Kota Kediri Tunjukkan Kelas di Arena Debat Bergengsi
Tujuannya untuk mempersiapkan amunisi pada Pileg maupun Pilkada 2029 mendatang. Maka dari itu, para generasi muda utamanya Generasi Z maupun perempuan turut dilibatkan.
“Penekanannya bukan hanya acara seremonial, tetapi bagaimana struktur partai di tingkat bawah benar-benar solid dan berjalan efektif,” kata Pulung Agustanto, Senin (20/4/2026).
Secara rinci, ungkap Pulung, pada musancab ini pihaknya membuka ruang yang lebih besar bagi generasi muda dan perempuan dalam kepengurusan partai.
Bahkan komposisi kepengurusan partai ditargetkan memenuhi keterwakilan minimal 20 persen dari kalangan Generasi Z serta 30 persen perempuan.
Dengan persiapan ini, pihaknya mentargetkan agar DPC PDI Perjuangan Tulungagung mampu kembali meraih kursi terbanyak yakni 15 kursi pada Pileg 2029 mendatang.
Mengingat saat ini, perolehan kursi di Kabupaten Tulungagung tercatat sebanyak 12, meski menurun namun partai berlogo banteng ini tetap menjadi pemenang pada Pileg 2024 kemarin.
Baca Juga :Prosesi Sakral Umbul Dungo Buka Mojotirto Festival 2026 di Kota Mojokerto
“Target keterwakilan itu sudah terpenuhi, kita sudah mulai melakukan persiapan sejak sekarang. Harapannya di tahun 2026 ini mesin partai sudah berjalan optimal agar Pileg 2029 nanti kami sudah siap,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Tulungagung, Erma Susanti mengatakan, pihaknya saat ini sudah mulai menjalankan program proaktif untuk menjaring kader muda.
Proses perekrutan kader muda ini tidak dilakukan secara instan atau sekadar memenuhi kuota elektoral semata, mengingat pentingnya proses kaderisasi dan penanaman nilai-nilai partai.
Pada tiga bulan terakhir, pihaknya sudah sangat intens melakukan pendekatan melalui berbagai jalur, mulai dari masa reses hingga pemanfaatan media sosial.
Sosialisasi terbuka telah dilakukan selama dua minggu untuk menjaring minat para pemuda di Tulungagung untuk bergabung ke dalam partai politik, mengingat merekalah nantinya yang akan menjadi pemimpin.
“Kami sudah melakukan rekrutmen terbuka, pelatihan, hingga leadership camp. Diskusi intens juga terus kami bangun. Kami sadar bahwa bangsa ini akan menghadapi surplus demografi pada 2030 hingga 2040, sehingga merekalah yang akan memimpin nantinya,” kata Erma Susanti.
Baca Juga :Penguatan Deteksi Dini, Bhabinkamtibmas Polres Blitar Ikuti Arahan Mabes Polri
Erma menyebut, saat ini proses restrukturisasi kepengurusan hingga tingkat akar rumput diklaim hampir tuntas, dimana syarat keterwakilan pemuda dan perempuan telah terpenuhi pada 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung.
Artinya pada 19 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Tulungagung sudah terisi oleh generasi muda.
Secara rinci, dari 11 orang pengurus pada setiap tingkatan PAC PDI Perjuangan di Tulungagung, pihaknya mewajibkan minimal terdapat empat orang keterwakilan perempuan.
Kemudian, pada struktural inti meliputi Ketua, Sekretaris dan Bendahara, salah satunya harus dan wajib dijabat oleh anggota atau kader dengan usia di bawah 30 tahun.
“Harapan kami, partai ini bisa kuat sampai ke tingkat anak ranting. Sejauh ini, persyaratan bahwa salah satu dari pengurus inti harus berusia di bawah 30 tahun sudah terpenuhi di seluruh kecamatan,” tutupnya.



















