Kediri, SEJAHTERA.CO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kota Kediri.
Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Kediri sukses mendominasi ajang lomba debat tingkat nasional yang digelar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu (18/4/2025) lalu.
Tak tanggung-tanggung, dua tim dari MAN 2 Kota Kediri berhasil menyapu bersih podium juara dengan meraih posisi Juara 1 dan Juara 2 sekaligus.
Capaian ini menjadi bukti kualitas intelektual dan kemampuan berpikir kritis siswa di kancah nasional.
Tim Juara 1 diperkuat trio siswa kelas X, yakni Raunaqi Alta Fadhila (X-8), Gaison Alexandro Dwi Riyadi (X-13), dan Stefanie Queen (X-10).
Baca Juga :Prosesi Sakral Umbul Dungo Buka Mojotirto Festival 2026 di Kota Mojokerto
Sementara posisi Juara 2 diraih oleh Imtinan Natus Zahra (XI-14), Selma Yusriya Zena Malik (XI-14), dan Riza Waafiy Ahmad (XI-10).
Kompetisi debat tersebut mengangkat isu-isu global yang kompleks dan menantang.
Pada babak penyisihan, peserta diuji dengan mosi terkait penutupan Selat Hormuz sebagai langkah strategis meredam eskalasi militer Amerika Serikat dan Israel.
Sedangkan pada babak final, peserta beradu argumentasi mengenai pembangunan kekuatan militer oleh negara-negara di bawah Uni Eropa dan NATO di Greenland dalam menciptakan stabilitas global.
Salah satu anggota tim Juara 2, Riza Waafiy Ahmad, mengaku bersyukur atas capaian perdananya di tingkat nasional.
Baca Juga :Diskominfo Kota Batu Bakal Hapus Jalur Klemuk dari Google Maps
“Alhamdulillah, ini lomba pertama kami. Berkat bimbingan Bu Tyas, kami bisa meraih Juara 2,” ujarnya.
Pembina komunitas debat MAN 2 Kota Kediri, Tyas Asih Ismiati, S.Pd, menegaskan bahwa kualitas mosi dalam lomba ini sangat baik karena mendorong siswa berpikir kritis terhadap dinamika politik internasional.
“Ini pengalaman berharga bagi siswa untuk memperluas wawasan global sekaligus mengasah kemampuan argumentasi,” tuturnya.
Sementara itu, Raunaqi Alta Fadhila dari tim Juara 1 mengungkapkan momen unik saat final. Ia mengaku sempat canggung karena harus berhadapan dengan tim dari sekolah yang sama.
“Kami bertemu kakak kelas sendiri di final. Kami masih kelas X, mereka kelas XI. Tapi justru itu jadi pengalaman paling berkesan,” ungkapnya.
Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi MAN 2 Kota Kediri, tetapi juga mempertegas bahwa pelajar daerah mampu bersaing di level nasional dengan bekal wawasan global dan kemampuan berpikir kritis yang kuat.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah.



















