Lamongan, SEJAHTERA.CO – Kronologi penangkapan komplotan spesialis pengganjal mesin ATM di area parkir Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan akhirnya terungkap. Penangkapan yang dilakukan Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan itu sempat diwarnai aksi kejar-kejaran setelah para pelaku berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian.
Baca juga:Belasan Buruh PT BMI Lamongan Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Terpapar Uap dari Ruang Produksi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, komplotan yang berjumlah lima orang tersebut datang menggunakan sebuah mobil minibus berwarna abu-abu. Sebelum beraksi, mereka terlebih dahulu memantau situasi di sekitar lokasi dan mencari sasaran dari sebuah warung kopi yang berada tidak jauh dari gerai ATM.
Saat melihat mesin ATM Bank Jatim di halaman Kantor Dinas Pendidikan Lamongan ramai didatangi warga, salah seorang pelaku masuk ke dalam gerai ATM. Pelaku kemudian diduga mengganjal lubang kartu mesin ATM menggunakan benda kecil berupa paku atau tusuk gigi.
Namun aksi tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Salah seorang calon korban yang hendak melakukan transaksi menyadari adanya kejanggalan pada mesin ATM dan langsung berteriak meminta pertolongan.
Teriakan itu sontak menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Salah satu pelaku yang berada di dalam gerai ATM langsung dikepung warga bersama petugas kebersihan setempat.
Mengetahui rekannya terpergok, empat pelaku lain yang menunggu di dalam mobil langsung melarikan diri ke arah barat kantor dinas. Sementara seorang pelaku lainnya berusaha kabur ke arah timur.
Salah seorang saksi mata, Budianto, mengatakan warga bersama petugas langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.



















