Blitar, SEJAHTERA.CO – Tak lama lagi, para barista tumplek blek di halaman Kantor Wali Kota Blitar. Para pengolah kopi andalan itu berlomba-lomba untuk menyajikan menu utama kopi kepada para konsumen.
Tahun ini Pemkot Blitar Kembali menggelar agenda tahunan. Yakni Soekarno Coffe Fest (SCF). Event SCF pada 2025 ini sudah digelar kali keempat.
Even ini menyajikan para penghobi pengolah kopi di Nusantara untuk menyajikan yang terbaik menu kopinya kepada masyarakat.
Selain dalam rangka mewadahi para barisa muda, juga dalam rangka mendongkrak ekonomi yang tengah lesu.
“Untuk even kopi tetap digelar. Hanya saja, tidak lagi sampai empat hari, tetapi hanya tiga hari saja,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar, Heru Eko Pramono, Kamis (12/6/2025).
Dia menjelaskan, SCF sendiri memang digelar beberapa hari sebelum agenda utama yang sudah menjadi ikonik.
Yakni Bazar Blitar Jadoel yang menjadi magnet masyarakat untuk merasakan suasana Kota Blitar pada tempo dulu. Pada SCF kali lokasinya tetap di halaman kantor wali kota.
Berlangsung tiga hari mulai 13 Juni 2025 hingga 15 Juni 2025. Ada puluhan kedai baru dengan barista andalan yang menjajakan aneka suguhan kopi.
Baca Juga :Job Fair Nganjuk 2025 Dibuka, Sebanyak 50 Perusahaan Tawarkan Lowongan Kerja
“Inti utama even kopi ini menjadi ajang promosi sektor usaha kopi. Utamanya di Kota Blitar,” katanya lagi.
Dia mengakui, pada agenda tahun ini hanya digelar tiga tahun saja. Berbeda dengan tahun 2024 lalu yang berlangsung empat hari.
Pertimbangannya karena even tersebut juga terdampak efisiensi anggaran. Sebenarnya, ada rencana SCF ditiadakan. Tetapi karena sudah menjadi ikon baru di Kota Blitar, tetap digelar meski dikemas dengan sederhana.
Meski begitu, pihaknya memastikan acara tetap berlangsung dengan meriah dan bermakna. “Karena memang target kami untuk menumbuhkan iklim usaha kopi di Kota Blitar,” katanya.
Dia menjelaskan, pada even festival kopi ini, para barista tak hanya dari lingkup Jawa Timur saja, tetapi luar daerah. Seperti Jogjakarta dan daerah lain.
Baca Juga :Arus Lalu Lintas Dialihkan Selama Kirab Budaya Boyong Natapraja Nganjuk
Dengan harapan, bisa menularkan ilmunya kepada para pelaku usaha kopi agar lebih diminati konsumen. Sesuai dengan data terakhir, ada setidaknya 40 tenant yang bakal bergabung. “Sudah banyak yang gabung. Nanti ada pula acara penunjang,” katanya.
Pada 2024 lalu, perputaran uang dari agenda itu, tembus hingga Rp 60 juta lebih. Pada tahun ini harapannya tetap, meski hanya berlangsung tiga hari saja.
“Harapannya begitu. Tetapi yang lebih utama lagi, dengan even ini muncul entrepreneur baru di bidang usaha kopi,” pungkasnya.



















