MALANG, SEJAHTERA.CO – Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan DPRD Kota Malang pada Jumat (23/08/2024) semakin ricuh.
Sekitar pukul 15.40 WIB ribuan mahasiswa yang ingin menyatakan dukungan mereka terhadap Putusan MK mulai anarkis dan tidak kondusif.
Dari kerumunan massa peserta aksi unjuk rasa, ada beberapa oknum yang sengaja melempari gedung DPRD Kota Malang dengan botol minuman.
Ketua DPRD Kota Malang, Made Riandiana Kartika bersama anggota dewan lain sempat menemui massa peserta aksi unjuk rasa mengawal putusan MK.
BACA JUGA : Serukan “Boikot Pilkada”, Ratusan Massa Demo di Depan Kantor DPRD Kota Kediri
Kericuhan mulai tak terkendali ketika anggota DPRD Kota Malang kembali masuk ke dalam kantor usai menemui peserta aksi.
Massa merangsek masuk ke dalam gedung DPRD Kota dengan membawa keranda berwarna putih dan sempat dihalau oleh anggota kepolisian yang berjaga di depan pintu.
Sekitar pukul 16.00 WIB, massa aksi mulai ricuh dengan merobohkan pagar DPRD Kota Malang. Massa juga membakar ban di depan pagar.
BACA JUGA : Rangkaian HUT ke-76 Polwan, Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Madiun
Setelah pagar roboh, ratusan massa mulai berusaha memasuki gedung DPRD Kota Malang dan petugas kemanan dikerahkan untuk menghalau massa.
Kendaraan water canon milik kepollisian juga difungsikan untuk membuat massa bubar supaya situasi kembali kondusif.
Keadaan mulai tak terkendali ketika massa di luar melempari batu dan flare ke dalam gedung DPRD Kota Malang. Sampai saat ini petugas masih berusaha mengamankan kondisi.
BACA JUGA : Petahana Dipayungi Koalisi Gemuk pada Pilkada Ponorogo, Dua Lagi Diharapkan Gabung
Info awal yang didapat sempat ada korban terluka akibat kericuhan itu dan sudah mendapatkan perawatan.
Sampai dengan berita ini ditulis, massa masih melanjutkan aksi unjuk rasa mengawal putusan MK terkait aturan Pilkada 2024.
Reporter ; Arief Juli Prabowo
Editor : Irwan Maftuhin



















