Diduga Depresi, Pria di Tulungagung Gantung Diri di Gudang Penyimpanan Sosis Milik Kakaknya

Diduga Depresi, Pria di Tulungagung Gantung Diri di Gudang Penyimpanan Sosis Milik Kakaknya
Petugas saat melakukan evakuasi dan pemeriksaan terhadap jasad Muhyidin (32) yang tewas gantung diri. (Humas Polres Tulungagung)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Muhyidin (32) warga Desa Bumi Restu Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan ditemukan meninggal dunia diduga gantung diri di rumah kontrakan kakaknya di Desa Serut Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung pada Senin (2/12/2024) malam.

Baca Juga :Puluhan Polisi Amankan Rekapitulasi Suara Hasil Pilkada Kabupaten Kediri

Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto mengatakan, awalnya sekitar pukul 15.30 WIB, korban yang berada di rumah kontrakan tersebut tengah memasukkan tusuk sate ke dalam wadahnya, dan sempat diketahui oleh salah seorang saksi yakni Nur Hidayatulloh yang merupakan karyawan kakaknya.

Read More

Diketahui, korban memang kerap berada di kontrakan kakaknya itu untuk sekedar membantu usaha kakaknya, dan rumah kontrakan itu dijadikan gudang sosis. Melihat korban tengah bekerja, saksi pun kemudian membiarkan korban sendirian agar pekerjaan korban bisa cepat selesai.

Baca Juga :Satlantas Polres Kediri Kota Razia KRYD, Puluhan Pelanggar Terjaring Razia

“Korban ini memang sering datang ke kontrakan kakaknya yakni Mohamad Sainuri untuk bantu-bantu di sana yang mana kontrakan itu dijadikan sebagai gudang sosis. Korban tidak memiliki pekerjaan,” kata Ipda Nanang Murdiyanto, Selasa (3/12/2024).

Sekitar 30 menit setelahnya, ungkap Nanang, tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB, saksi kemudian kembali untuk memeriksa kondisi korban untuk melihat apakah pekerjaannya sudah selesai atau belum.

Pada saat itu, saksi justru dikejutkan lantaran mendapati korban dalam kondisi meninggal dunia dengan cara gantung diri.

Baca Juga :Minibus Tertabrak KA di Perlintasan Desa Mekikis Purwoasri, Ini Penjelasan Kasat Lantas Polres Kediri

Pada saat itu korban ditemukan gantung diri menggunakan tali tambang di dalam kamar yang dijadikan sebagai tempat menyimpan atau menaruh sosis.

Mendapati hal itu, saksi kemudian melaporkan kejadian itu ke perangkat desa setempat dan laporan diteruskan ke Polsek Boyolangu dan petugas medis setempat.

“Saat saksi kembali dengan maksut memeriksa kondisi korban, ternyata korban sudah dalam kondisi gantung diri menggunakan tambang pada salah satu ruangan yang dijadikan tempat menyimpan sosis,” ungkapnya.

Baca Juga :Hujan Deras Tiga Jam, Picu Banjir dan Longsor, BPBD: Pemukiman, Makam, dan Jembatan di Kabupaten Blitar Porak-poranda

Setelah menerima laporan itu, jelas Nanang, petugas kemudian segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan olah TKP.

Saat petugas tiba, diketahui jika korban masih dalam kondisi tergantung, sehingga petugas melakukan evakuasi terhadap korban.

Berdasarkan keterangan yang didapat dari para saksi terutama kakak korban, pihak keluarga meyakini jika korban mengalami depresi, mengingat korban tidak mau makan selama empat hari terakhir.

Baca Juga :Menteri Keuangan Sri Mulyani Ingatkan Industrialisasi Harus Berikan Manfaat kepada Rakyat

Atas kejadian ini, pihak keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah dan tidak berkenan korban diotopsi.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan lain pada jasad korban, dan hanya didapati adanya luka jeratan tali tambang pada leher korban, sehingga menyebabkan korban kesulitan bernafas dan meninggal dunia,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *