Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Sejumlah warga Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan Ponorogo membongkar makam yang berada di Kelurahan setempat, Minggu (13/4/2025). Aksi yang dilakukan para warga tersebut karena makam yang disakralkan tersebut diduga palsu.
Dari informasi yang beredar, makam palsu tersebut milik Mbah Sobari salah satu ulama terkemuka dan leluhur pondok pesantren di wilayah setempat. Namun, menurut keterangan ahli waris, Mbah Sobari tidak dimakamkan di lokasi tersebut.
Hal tersebut juga dikuatkan dengan keterangan tokoh masyarakat yang tidak mengenal ada makam atas nama Mbah Sobari sebelumnya. Diketahui makam tersebut dibangun pada tahun 2020 lalu dengan bangunan mewah serta pagar besi.
Baca Juga :Jalan Kartini Masuk Rencana Kantong Parkir Alun-alun Kota Batu
“Pada intinya dapat aduan dari masyarakat terkait makam yang diduga palsu tersebut, kita juga lakukan musyawarah dan akhirnya disepakati dibongkar,” ungkap lurah Brotonegaran, Setyo Laksono Putro.
Setyo mengungkapkan, awal mula berdirinya bangunan beserta makam tersebut ketika pada 2020 ada salah satu orang di luar ahli waris Mbah Sobari, dan mengaku jika salah satu makam tersebut milik ulama.
“Saat itu bukan saya lurahnya, terus entah bagaimana ceritanya tahu-tahu sudah dibangun megah dan ahli waris tidak mengakui segala bentuk aktivitas yang ada di makam itu,” ujarnya.
Baca Juga :Rencanakan Ujicoba, Budiardjo Thalib Pelatih Inter Kediri Fokus Persiapan Taktikal
Lebih lanjut, secara aturan bangunan makam tersebut menyalahi aturan. Karena ada lembaga makam yang mengatur makam melarang membangun makam secara permanen dengan dicor dan bangunannya besar.
“Terakhir ditemukan dalam pembangunan, menggeser makam-makam yang lain. Ada 4 atau 6 makam itu. Bahkan ada ahli waris yang baru tahu bahwa makam ibu bapaknya dipindah, digeser,” imbuh Tyo.
Pembongkaran ini dilakukan berdasarkan keputusan masyarakat secara bersama sama termasuk disaksikan oleh anggota TNI serta Polri. Pun, sebelum pembongkaran, sudah dilakukan rapat sebanyak tiga kali.
“Jadi selama ini masyarakat merasa resah cuma langkahnya bagaimana kan belum jelas,” pungkasnya.



















