Kediri, SEJAHTERA.CO – Dua hari warga Desa Blimbing Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri berusaha mencari Mbah Tekad (60) perempuan warga setempat yang hanyut diduga terbawa banjir bandang yang terjadi pada Jumat (16/5/2025) malam lalu.
Dalam pencarian Mbah Tekad tersebut, warga Desa Blimbing Kecamatan Mojo bersama petugas Basarnas Trenggalek dan BPBD Kabupaten Kediri.
Jauhari Kepala Desa Blimbing mengatakan sejauh ini warga bersama petugas menyisir Sungai Bruni untuk mencari Mbah Tekad. Selain korban, yang hanyut ada 11 kambing. Korban diduga hanyut karena rumah dekat dengan Kali Bruni.
Baca Juga :Jelang Idul Adha, Juleha dan DMI Jombang Gelar Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban
“Hingga Minggu, 18 Mei 2025 siang warga kami bersama petugas berusaha menyisir Sungai Bruni dan aliran airnya masih deras. Kita berharap Mbah Tekad segera ditemukan,” ujarnya, Minggu (18/5/2025).
Hujan deras selama berjam-jam mengakibatkan derasnya aliran Sungai Bruni, dan menghanyutkan apa saja yang ada di sekitar sungai.
Terpisah, Stefanus Joko Sukrisno Kepala BPBD Kabupaten Kediri menyampaikan, sesuai informasi BMKG minggu kemarin antara 12 Mei 2015 hingga 17 Mei 2025 di Jawa Timur termasuk Kabupaten Kediri memang terjadi cuaca ekstrem yang dipengaruhi tiga kekuatan atmosfir, di antaranya gelombang rosby, low dan kelvin.
“Hal ini bisa berpengaruh pembentukan awan comulunimbus yang agresif. Atmosfir sangat labil dan jenuh hingga berakibat cuaca ekstrem dan turun hujan deras, sangat deras, jalan licin, banjir, angin kencang, longsor, pohon tumbang dan petir, ” katanya.
Baca Juga :Tanah Ambles di Ngetos, Tim Gabungan Pasang Peringatan Dini
Joko mengimbau warga Kabupaten Kediri senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat di musim pancaroba ini. Hal ini untuk pengurangan risiko kebencanaan.



















