Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Potret kekeringan parah yang terjadi di Desa Dermosari, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek memaksa sebagian warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air bersih.
Baca juga :Wacana Penggusuran Pedagang Jalan Sultan Agung Kota Batu Bikin Resah PKL
Tak ada pilihan, mereka harus membeli air bersih untuk mencukupi kebutuhan keseharian.
Hal itu dialami oleh Purwanti. Ia mengaku, sejak awal Agustus harus membeli air bersih untuk mencukupi kebutuhan keseharian. Biaya tambahan itu harus dikeluarkan karena sumber air bersih di daerahnya sudah tidak bisa diakses.
“Saya setiap hari membeli lima galon air untuk mandi dengan harga Rp 1.000 per galon,” kata Purwanti.
Baca juga :Kekeringan Meluas PMI Ponorogo Ikut Salurkan Batuan Air Bersih
Sementara untuk air minum, dia mengaku membeli dua galon setiap minggu dengan harga Rp 2.000 per galon. Jumlah itu belum termasuk biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk pengiriman air bersih ke rumah.
“Biaya tambahan untuk pengiriman air ke rumah sebesar Rp 1.000 per galon,” imbuhnya.
Pembelian air bersih itu terpaksa dia lakukan, karena kekeringan yang parah membuat warga bergantung pada bantuan distribusi air bersih dari pihak berwenang. Sementara jumlahnya sangat terbatas, sehingga ia harus membeli lantaran tak punya pilihan.
Baca juga :Wabup Kediri Hadiri Gelar Seni Budaya di Purworejo Kandat, ini Pesannya
“Kekeringan ini dialami seluruh warga, karena desa ini sudah tiga tahun mengalami kekeringan secara berturut-turut setiap musim kemarau,” ujarnya.
Ia berharap ada solusi dari pemerintah agar kekeringan di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek tak jadi ‘momok’ tahunan bagi warga. Meskipun dia juga menyadari, tak mudah merealisasikan khususnya di daerah dataran tinggi.
“Semoga Trenggalek tak lagi mengalami kekeringan,” pungkasnya.
Baca juga :Dua Hari Jelang Penutupan, Pendaftar CPNS di Lingkup Pemkot Blitar Keluhkan Materai Digital
Desa Dermosari jadi satu dari 23 desa di 10 kecamatan di Trenggalek yang mengalami kekeringan. Desa-desa itu adalah desa yang sudah mengajukan bantuan air bersih ke Pemkab Trenggalek. Tak hanya Pemkab, sejumlah instansi vertikal juga ikut andil bahu membahu menanggulangi krisis air.
Potret itu terlihat saat petugas dari TNI-POLRI melakukan distribusi air bersih ke Desa Dermosari, berkolaborasi dengan BPBD Trenggalek. Ada sebanyak 12.000 liter air bersih yang distribusikan dan direncanakan bakal dilakukan secara berkala di daerah-daerah yang terdampak kekeringan.
“Semoga ini bisa sedikit membantu. Selain itu kami juga akan terus berkoordinasi dengan BPBD untuk memetakan wilayah-wilayah lain yang mengalami kekeringan parah,” kata Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno.




















Great Article bro, https://kehadiran.sucofindo.co.id/public/uploads/ terpercaya