Blitar, SEJAHTERA.CO – Sejumlah desa di Kabupaten Blitar selatan mulai mengeluh kekurangan air bersih. Sumur air yang selama ini menjadi tumpuan sehari-hari debitnya mulai menurun.
Baca Juga : Perbaikan 1,5 Bulan, Arema Cari Stadion Alternatif
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bettryanto, mengakui beberapa wilayah di Blitar Selatan mengalami kekeringan. Seperti di Kecamatan Wonotirto, Panggungrejo, Bakung dan lainnya.
“Ketika musim kemarau, kami sudah siap siaga. Karena memang banyak yang meminta droping air bersih,” katanya, Senin (26/8).
Dia mengatakan pada Senin (26/8) turun tangan droping atau distribusi air bersih. Berdasarkan catatan BPBD, ada sembilan desa di lima kecamatan yang terdampak kekeringan.
Baca Juga :Terkait Kasus Video Mesra, Pj Bupati Jombang: Semua Akan Diperiksa
Di antaranya Kecamatan Kademangan di Desa Dawuhan, Kecamatan Wonotirto di Desa Ngeni dan Desa Wonotirto. Kecamatan Panggungrejo, Desa Kaligambir, Desa Kalitengah dan Desa Sumberagung.
Selain itu, lanjutnya, di Kecamatan Binangun di Desa Sumberkembar dan Desa Plumbangrejo. Di Kecamatan di Desa Tugurejo.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung turun untuk droping air bersih ke lokasi yang telah ditentukan,” katanya.
Baca Juga :Kenalkan Pasangan WARSA, Targetkan 70 Persen Suara di Pilkada Jombang
Pria berkacamata ini menambahkan, pada Senin (26/8) BPBD mengirimkan air bersih sebanyak 6 ribu liter. Lokasinya di Desa Kaligambir, Kecamatan Panggungrejo.
Sebanyak 6 ribu liter diperuntukkan bagi 20 kepala keluarga. Selain di Desa Kaligambir, di Dusun Pungkalan, Desa Wonotirto, Kecamatan Wonotirto juga kebagian. Ada 1 truk berisi 6 ribu liter air bersih diperuntukkan bagi 30 kepala keluarga.



















