Lamongan, SEJAHTERA.CO – Jalur poros nasional Lamongan – Babat kembali menelan korban jiwa. Kali ini, pejalan kaki lanjut usia atau lansia bernama Mat Eksan (81), warga Dusun Mulung, Desa Karangtingil, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan meregang nyawa setelah tertabrak truk boks.
Kecelakaan tragis ini terjadi di ruas Jalan Desa Katangtinggil, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, pada Senin (5/5/2025) sekitar pukul 07.15 WIB.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan, Iptu Hadi Siswanto, mengungkapkan kronologis kejadian bermula ketika korban hendak menyeberang jalan dari arah selatan menuju utara.
Baca Juga :Ketua Dewan Apresiasi Pelaksanaan Festival Pelepasan Pelajar Kediri Berbudaya
Di saat bersamaan, sebuah truk boks Indomart bernomor polisi W 8601 NM yang dikemudikan oleh Agus Setiawan (26), warga Perumtas, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, melaju dari arah Lamongan menuju Babat.
“Korban saat itu sedang menyeberang jalan dari selatan ke utara. Tiba-tiba, truk boks yang melaju dari arah Lamongan langsung menghantam korban,” jelas Iptu Hadi.
Benturan keras mengakibatkan tubuh lansia tersebut terpental beberapa meter dari lokasi kejadian. Sedangkan kaca truk boks mengalami retak. Kecelakaan ini segera dilaporkan kepada pihak Satlantas Polres Lamongan.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.
Baca Juga :Sempat Operasi Pascakecelakaan, Satu CJH Tulungagung Meninggal di RSUD Haji Surabaya
“Korban dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit,” imbuh Iptu Hadi.
Sementara itu, sopir truk boks, Agus Setiawan, telah diamankan oleh pihak kepolisian dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan.
“Kami masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan tragis ini,” ujarnya.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati, terutama saat melintasi jalur-jalur ramai seperti kawasan jalur poros nasional Lamongan – Babat,” pungkas Iptu Hadi.



















