Rentetan Bencana Alam di Trenggalek, Mulai Banjir Rendam Rumah, Longsor Putus Akses hingga Pohon Tumbang Timpa Pemotor

Rentetan Bencana Alam di Trenggalek, Mulai Banjir Rendam Rumah, Longsor Putus Akses hingga Pohon Tumbang Timpa Pemotor
Sebuah mobil menerjang air sungai yang meluber di atas jembatan KM 16 Jalan Nasional Trenggalek - Ponorogo. (angga/sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Rentetan bencana alam akibat hujan lebat disertai angin kencang terjadi di Kabupaten Trenggalek, Selasa (19/11/2024). Mulai dari luapan air sungai yang merendam rumah warga, bencana longsor menutup akses jalan hingga pohon tumbang menimpa pengguna jalan.

Baca Juga :Wacanakan Ada 1 Dapur di Satu Kecamatan, Dukung Program Makan Siang Gratis Pelajar

Merujuk identifikasi bencana BPBD Trenggalek, banjir yang merendam permukiman itu terjadi di Desa Ngares Kecamatan Trenggalek, pascadiguyur hujan lebat intensitas tinggi mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Ada sebanyak 7 rumah terendam banjir dengan ketinggian sekitar 20 centimeter akibat luapan air Sungai Temon.

Read More

“Daerah itu rentan dilanda banjir dari air sungai yang meluap,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun banjir luapan itu menghanyutkan sebuah warung, serta sedimen lumpur yang masuk ke dalam rumah serta tempat ibadah.

Baca Juga :Antisipasi Kekurangan Surat Suara di Lapas, KPU Kota Blitar Siapkan Cadangan di TPS Terdekat

Selain di Ngares, banjir luapan juga terjadi di KM 16, Jalan Nasional Trenggalek – Ponorogo, tepatnya di area sekitar jembatan Bendungan Tugu. Debit air sungai naik hingga atas jembatan sehingga membahayakan pengguna jalan.

“Kondisi itu membuat arus lalu lintas melumpuh dari kedua arah dan kembali normal seiring turunnya debit air sungai,” imbuhnya.

Selain banjir, hujan lebat disertai angin itu memicu pohon tumbang di tiga titik, yaitu Desa Krandegan Kecamatan Gandusari, Desa Sumberingin Kecamatan Karangan dan Desa Dermosari Kecamatan Tugu.

Baca Juga :Timnas Indonesia Bantai Arab Saudi 2-0, Berkah dari Motivasi Keras dan Ancaman Mundur Ketua Umum PSSI Erick Thohir

Pohon tumbang jenis asam setinggi 11 meter dengan diameter 70 centimeter di Desa Dermosari, Jalan Nasional Trenggalek – Ponorogo itu menimpa pemotor beserta penumpangnya hingga mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

“Selain itu arus lalu lintas dari kedua arah melumpuh. Pohon tumbang juga terjadi di Kelurahan Tamanan. Pohon waru tinggi 9 meter dengan diameter 40 centimeter menimpa Jembatan Kranjung,” ujarnya.

Baca Juga :Tips Menghindari Es Krim Agar Tidak Meleleh atau Rusak, Ketika Pemadaman Listrik Terjadi Antara Enam hingga Tujuh Jam

Triadi menambahkan, selain banjir dan pohon tumbang, hujan dengan kurun waktu bervariasi itu juga mengakibatkan bencana longsor. Longsor terjadi di RT 11/RW 04 Desa Dompyong Kecamatan Bendungan.

Longsor setinggi 25 meter dan lebar 10 meter itu menutup akses dari Trenggalek via Bendungan menuju Tulungagung via Kecamatan Pagerwojo.

“Selain itu bencana longsor juga menutup jalan antar Desa Surenlor dengan Masaran Kecamatan Bendungan, longsor di tiga titik,” kata Triadi.

Baca Juga :Perempuan Asal Desa Bangoan Tulungagung Nekat Bunuh Diri, Diduga Ini Penyebabnya

Saat ini akses jalan Selingkar Wilis itu sudah bisa dilalui kendaraan dengan lancar pasca-petugas gabungan melakukan evakuasi material hingga pukul 00.15 WIB. Sebuah alat berat diterjunkan untuk mengevakuasi bencana longsor yang dipicu hujan lebat sejak pukul 14.30 WIB itu.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Termasuk warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Ngasinan karena terjadi peningkatan debit air drastis.

Terlebih Kabupaten Trenggalek jadi salah satu dari 29 daerah di Jatim yang berpotensi dilanda cuaca ekstrim merujuk rilis BMKG.

Baca Juga :Pemotor Memaki Kabag Ops Polres Kediri Kota Ternyata Depresi Ditinggal Pacarnya Menikah, Ibu Kandung Minta Maaf ke Polisi

“Untuk itu kami imbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan utamanya saat terjadi hujan lebat,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *