Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Kerusakan parah yang menimpa SDN 2 Kradinan di Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, akibat tanah longsor pada Selasa (19/8/2025), mendapat perhatian cepat dari pemerintah daerah.
Pemkab Tulungagung bahkan membuka opsi relokasi sekolah jika hasil asesmen menunjukkan lokasi masih rawan bencana.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, bersama BPBD Tulungagung telah meninjau langsung kondisi sekolah. Dari hasil peninjauan, terlihat sejumlah bagian bangunan dalam kondisi memprihatinkan dan dinilai berbahaya bagi keselamatan siswa.
“Kemarin kami sudah meninjau lokasi, kerusakan ada pada sebagian ruang kelas 4, kemudian ruang perpustakaan dan toilet siswa juga rusak total,” jelas Gatut, Kamis (21/8/2025).
Baca Juga :Kecelakaan di Jalan Raya Blitar-Kediri, Motor Ringsek Pengendara Selamat Meski Tabrakan dengan Truk
Saat ini BPBD Tulungagung telah menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor di lingkungan sekolah.
Setelah pembersihan tuntas, pemerintah akan menunggu hasil asesmen sebelum memutuskan langkah perbaikan atau relokasi.
“Jika memang membahayakan dan rawan longsor susulan, tentu kami akan mempertimbangkan opsi relokasi,” tegas Bupati.
Diketahui sebelumnya, longsor yang menerjang SDN 2 Kradinan tidak hanya merusak bangunan sekolah, tetapi juga membuat proses belajar terganggu.
Baca Juga :Tradisi Methik Pari di Ponorogo, Warga Glinggang Bawa 200 Tumpeng Syukuran Panen Raya
Meski begitu, pihak sekolah tetap melaksanakan pembelajaran dengan penyesuaian, termasuk sistem daring untuk siswa kelas 1 dan 2.



















