Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Seorang takmir Mushola Al Hidayah bernama Sugiarto warga Kelurahan Jingglang Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo ditemukan tak bernyawa di lantai 2 mushola, pada Sabtu (28/12/2024). Pria 48 tahun tersebut diduga meninggal dunia akibat tersengat listrik
Baca Juga :Libur Nataru 2025, Kunjungan Wisata Makam Bung Karno Naik 30 Persen, Sehari Bisa Ribuan Wisatawan
Kapolsek Ponorogo Kota, Iptu Moh. Mustofa Sahid mengatakan, ia mendapat laporan dari warga terkait temuan warga meninggal di lantai 2. Ia lantas menghubungi tim inafis dan petugas dinas kesehatan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti.
“Dari hasil olah TKP dan pengumpulan barang bukti memang yang bersangkutan murni meninggal dunia akibat tersengat listrik,” ungkap Sahid, kepada wartawan.
Sahid menjelaskan, hal tersebut dibuktikan dengan hasil visum luar bagian tubuh korban yang mengalami luka bakar di bagian tangan. Selain itu, diperkuat dengan tidak adanya luka bekas penganiayan maupun benturan benda tumpul.
“Murni karena meninggal karena tersengat listrik, karena di dekat tubu korba ada kabel yang terkelupas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sahid menambahkan rumah Sugiarto dengan lokasi kejadian, hanya berjarak 200 meter. Korban juga diketahui terakhir terlihat setelah sholat magrib, namun yang bersangkutan tidak muncul ketika sholat Isya.
“Kemungkinan meninggal dunia sekitar pukul 18.30 sampai 19.00 wib tadi malam,” tegasnya.
Sebenernya, warga sekitar sempat mencari keberadaan Sugiarto sejak Jum’at malam. Pasalnya yang bersangkutan merupakan takmir mushola. Namun, warga kaget setelah jasad Sugiarto baru ditemukan Sabtu pagi.
Baca Juga :BPBD Ponorogo Akui Kesulitan Bersihkan Dapuran Bambu Pascabanjir, ini Alasannya
“Di atas sudah kita sketsa. Kebetulan dia ini mau masang pithing, namun karena belum ada aliran listrik dia kelihatan seperti tidur meraba-raba. Karena saat kita lihat tadi, dia masih pegang pithing yang masih ada sambungan listrik pada kabel,” pungkasnya



















