Tanah Longsor di Ponorogo, Dinding Rumah Warga Jebol Diterjang Material

Tanah Longsor di Ponorogo, Dinding Rumah Warga Jebol Diterjang Material
Kondisi rumah milik Hariyanto yang rusak setelah tertimpa material longsor. (istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Peristiwa tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Ponorogo dan menyebabkan sebuah rumah milik Hariyanto warga Dukuh Plongko, Desa Jurug, Kecamatan Sooko, rusak parah diterjang material batu dan lumpur.

Beruntung dalam peristiwa tanah longsor yang terjadi pada Selasa (20/5/2025) pukul 05.00 pagi tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Namun, kondisi tersebut membuat pemilik rumah dan keluarga harus mengungsi ke tempat lebih aman.

Kapolsek Sooko AKP Muh. Isa Latif membenarkan jika tanah longsor tersebut diakibatkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi. Tebing yang berada di belakang rumah korban setinggi 26 meter longsor dan mengenai bagian dapur serta kamar.

Read More

Baca Juga :Mbak Wabup Kediri Pimpin Upacara Harkitnas

“Memang sejak beberapa hari hujan terus terjadi dan menyebabkan longsoran serta mengenai bagian rumah kamar dan dapur,” ungkap Kapolsek, saat dikonfirmasi koranmemo.com.

Kapolsek Sooko menambahkan, jika sebelum peristiwa longsor tersebut pemilik rumah sudah lebih dulu mengungsi kerumah kerabatnya. Sebab, pengakuan dari pemilik rumah telah terjadi guguran tanah dari tebing pada bagian belakang rumah.

“Memang pemilik rumah sudah berinisiatif untuk mengungsi, karena takut dan was-was. Sehingga tidak ada korban jiwa, tapi kerugian sekitar Rp100 juta karena memang baru direhab,” pungkasnya.

Sementara itu, Hariyanto mengaku sudah mencurigai adanya pergerakan tanah sejak Senin sore (19/5/2025), saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.

Baca Juga :Lagi, Longsor Susulan di Dusun Tumpak Doro Desa Pamongan Mojo

Ia bersama istrinya, Yulia Fitriani (30), serta dua anaknya Teri Aminda Septa Aulia (11) dan Muhammad Ali Zafran yang masih berusia 11 bulan segera mengungsi ke rumah mertuanya di Desa Sooko.

“Kemarin itu hujan deras. Tiba-tiba plengsengan doyong menyentuh tembok bagian belakang rumah. Saya, istri, dan anak-anak langsung mengungsi ke rumah mertua di Desa Sooko. Pagi harinya saya dikabari tetangga kalau tanggulnya longsor dan merusak kamar anak serta dapur,” tukas Hariyanto.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *