Jombang, SEJAHTERA.CO – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang kembali menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi para pemilik ternak.
Baca Juga :Longsor JLS Penghubung Malang- Blitar, Pemkab Malang Sudah Laporkan Ke Kementerian PUPR
Yuniarti (52), salah satu warga terdampak, mengungkapkan kecemasannya terhadap keselamatan hewan ternaknya, terutama kambing.
“Banjir ini sudah berlangsung tiga sampai empat hari. Saya khawatir dengan kondisi ternak karena sulit dipindahkan ke tempat aman,” ujar Yuniarti, Rabu (11/12/2024).
Ia menjelaskan bahwa proses menyelamatkan ternak tidaklah mudah.
Baca Juga :Akses JLS Malang-Blitar Longsor, Jalur Ditutup Total
“Saya harus menunggu bantuan teman untuk memindahkan kambing-kambing ke lokasi yang lebih tinggi. Jika dibiarkan terlalu lama di tempat yang tergenang air, saya takut ternak akan sakit atau mati,” keluhnya.
Selain memengaruhi ternak, banjir juga berdampak pada kesehatan Yuniarti. Ia mengaku sering berjalan bolak-balik untuk mengamankan barang dan ternak, hingga kakinya bengkak.
“Setiap tahun selalu seperti ini. Selain capek fisik, kondisi seperti ini membuat saya stres karena takut kehilangan ternak,” tambahnya.
Baca Juga :Sempat Tercium Kabel Gosong, Mobil Box Pengirim Mamin Terbakar di Ponorogo
Warga berharap agar pemerintah segera memberikan solusi untuk mengatasi banjir tahunan yang terus mengganggu kehidupan mereka.
“Kami membutuhkan bantuan, baik untuk mencegah banjir di masa depan maupun untuk perlindungan ternak saat banjir datang,” harap Yuniarti.



















