Blitar, SEJAHTERA.CO – Acara Yasinan di Dusun Sembon, Desa Wonotirto, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar berubah menjadi petaka. Pasalnya, sebanyak 18 jamaahnya mual-mual usai menyantap menu masakan yang disajikan.
Yang memprihatinkan, dari total 18 yang menjadi korban dugaan keracunan saat Yasinan itu, tujuh di antaranya harus menjalani perawatan intensif atau rawat inap di sejumlah layanan fasilitas kesehatan.
Sementara sisanya menjalani rawat jalan. Peristiwa keracunan saat acara Yasinan itu kini tengah diselidiki Polres Blitar.
“Ada beberapa sampel makanan yang dijadikan barang bukti. Di antaranya sisa makanan bakso, mie, kecap, saus, sambal. Ada juga sampel muntahan para korban. Sebagian anak-anak dan jamaah Yasinan,” kata Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi, Senin (12/5/2025).
Baca Juga :Tim Futsal Putra Lamongan Amankan Tiket Porprov Jatim isai Bantai Ngawi
Informasi yang berhasil dihimpun Koran Memo menyebutkan, peristiwa keracunan itu terjadi pada Sabtu (10/5/2025), sekitar pukul 20.00. Peristiwa baru dilaporkan pada Minggu (11/5/2025). Lokasi kejadian di rumah SJ (63) warga Desa Wonotirto, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.
Kejadian berawal ketika SJ pada Kamis malam (8/5/2025) sekitar pukul 18.30 menggelar agenda Yasinan. Agenda membaca surat dalam Alquran itu diikuti puluhan jamaah yang juga warga atau tetangga SJ.
Nah, usai pembacaan Yasin, keluarga SJ menghidangkan sejumlah menu. Di antaranya makanan ringan berupa pisang goreng, roti, teh buatan sendiri.
Sementara menu terakhir, adalah bakso keliling yang dipesan kepada ASM. “Jadi menu pembuka itu makana pisang. Sementara makanan terakhir adalah bakso,” katanya.
Baca Juga :Bupati Lamongan Resmikan Poli Bedah Mulut dan Instalasi Farmasi Baru RSUD dr. Soegiri
Setelah acara Yasinan selesai, esok harinya pada Jumat (9/5/2025) sekira pukul 11.30 , Ilham (12) saat pulang dari sekolah mengeluh perutnya sakit dan muntah-muntah. Selanjutnya segera diperiksakan ke bidan desa diberi obat.
Sesampainya di rumah mau minum obat tidak bisa dan muntah. Kemudian dibawa ke rumah sakit Aminah Kota Blitar. Ternyata tak hanya Ilham, para jamaah juga mengalami gejala serupa.
Yakni gejala keracunan ada 18 orang. Sebagian dibawa ke puskesmas Wonotirto untuk 16 jamaah untuk 2 jamaah h dibawa ke Klinik Tirta Husada hingga ada yang diboyong ke RS Aminah Kota Blitar.
Di antara yang dirawat inap di Klinik Tirta Husada di Desa Wonotirto, Katno (57), Dimas (10) keduanya warga Desa Wonotirto. Ada pula dirawat di RS Aminah Kota Blitar, Ilham (11) warga Desa Wonotirto.
Baca Juga :Sebanyak 4000 Peserta Ikuti Kediri Half Maraton 2025, Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kediri
Ada juga yang dirawat inap di Puskesmas Wonotirto. Kevin Febrian (11), Arga Firmansyah (15), Samsul (40) Jemani (38). “Selain rawat inap, ada pula Sembilan jamah yang menjalani rawat jalan di Puskesmas Wonotirto. Ada pula di klinik,” katanya.
Dia menambahkan, usai mual-mual, petugas medis mengecek kondisi tubuh. Hasilnya, par dokter para korban masih dalam keadaan lemas. Untuk barang bukti berupa sample muntahan korban saat ini dimintakan uji laboratorium kesehatan daerah Blitar.
“Sebagian sudah mulai berangsur membaik kondisinya. Penanganan lebih lanjut dilimpahkan ke Satreskrim Polres Blitar,” pungkasnya.



















