11 Pendaki Gunung Tersesat di Bukit Lincing Arjuno, Begini Kisah Evakuasinya

11 Pendaki Gunung Tersesat di Bukit Lincing Arjuno, Begini Kisah Evakuasinya
Tim gabungan bersama para relawan mengevakuasi 11 pendaki yang tersesat di Bukit Lincing Arjuno.(Arief/sejahtera.co)

MALANG, SEJAHTERA.CO – Nahas menimpa 11 orang pendaki gunung yang dilaporkan tersesat di kawasan Bukit Lincing, di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Gunung Arjuno, Kabupaten Malang.

Para pendaki gunung itu akhirnya dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim gabungan dari Kepolisian Resor Malang, SAR, dan relawan.

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menyebut pihaknya menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung berkoordinasi dengan tim SAR serta relawan.

Read More

Tim gabungan mulai melakukan pencarian sejak pukul 10.00 WIB hingga akhirnya menemukan para pendaki yang tersesat sekitar pukul 15.30 WIB.

Baca Juga :Petasan Meledak saat Diracik, Lima Remaja Usia SMP di Ponorogo Dilarikan ke RS

“Seluruh pendaki dalam keadaan selamat, mereka kemudian diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing,” ungkap Bambang.

AKP Bambang menyebut pihaknya menerima laporan dari salah satu pendaki yang menghubungi rekannya untuk meminta bantuan setelah mereka kehilangan arah di area kaki Bukit Lincing.

“Tim evakuasi terdiri dari personel Tahura, Perhutani, Bhabinkamtibmas Polsek Singosari, Babinsa, SAR Samudra, dan relawan PMI,” kata AKP Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (30/05).

Tim gabungan bersama para relawan bergerak setelah mendapat koordinat lokasi dari komunikasi yang dilakukan pendaki dengan pihak luar.

Informasi dihimpun bermula ketika 11 orang pendaki melakukan perjalanan ke Bukit Lincing pada Kamis (29/05/2025) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Baca Juga :Indikasi Penghilangan Barang Bukti Kasus Petasan Meledak di Ponorogo, Polisi Temukan Petasan dan Balon Udara

Mereka diperkirakan memulai pendakian melalui jalur tidak resmi via Kebun Teh Wonosari tanpa mengantongi tiket pendakian atau registrasi dari pengelola.

Mereka melakukan pendakian di kawasan tersebut Karena tertarik setelah melihat tayangan video dari Youtube.

Tanpa bekal pengetahuan dan pengarahan serta izin dari pengelola kawasan, mereka lantas menyusuri jalur tidak resmi hingga kehilangan arah dan justru tersesat di dalam hutan.

“Rombongan sempat kehilangan arah saat berada di jalur pendakian, diduga mereka menggunakan jalur yang tidak resmi,” jelasnya.

Data diperolah, para pendaki yang dievakuasi adalah EY (45), A (45), dan V (18) asal Jl. Plaosan Barat, Kota Malang; S (18) asal Wagir, Kabupaten Malang; MRM (17) asal Blimbing, Kota Malang; AZ (46) dan NF (46) asal Sapto Renggo, Kecamatan Pakis.

Baca Juga :Sebanyak 30 Lansia Ikut Skrining Operasi Katarak di RSUD Jombang

Selain itu, juga terdapat KA (42) dan LN (45) asal Lawang; serta NPI (15) dari Dusun Sapto Renggo, Pakis, dan KM (18) asal Dusun Krajan Tengah, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *