Setelah mendapatkan surat voting pemilihan tempat relokasi kepada pedagang Huriyana mengaku belum mendapatkan surat berkaitan dengan relokasi Pasar Mrican.
“Belum ada arahan lagi, ya saya sebagai bawahan menunggu atasan baru bisa bergerak.” tuturnya.
Menurut Yana Relokasi Pasar Mrican direncanakan beberapa tahun lalu bukan karena letak pasar di pinggir jalan menyebabkan kemacetan. Serta adanya Bandar Udara (Bandara) serta pembangunan Universitas Brawijaya di Barat. Tetapi karena sudah ada rencana oleh pemerintah sebelumnya.
“Nggak ada hubungannya sama bandara, nah kebetulan terus ada proyek itu. Kalau untuk lokasinya kemarin dipilih ada dua, tanah milik kelurahan yang ada di belakang kantor pos situ dan satunya ada di belakang puskesmas.” ungkap Huriyana,
Huriyana menjelaskan, para pedagang lebih memilih tempat yang dekat dengan lokasi pasar saat ini yaitu di kantor pos. Namun, area di belakang Puskesmas Mrican sudah ada tanah yang diratakan untuk pembangunan. Tetapi kembali lagi, belum ada kepastian dimana tempat yang dipilih nantinya.
Untuk persiapan relokasi, Huriyana bersama dengan para petugas pasar lainnya sudah menghitung berapa jumlah pedagang untuk relokasi. Total pedagang yang ada di Pasar Mrican adalah 457 pedagang.
“Untuk lebar dari kiosnya sendiri menyesuaikan pedagang, kalau aslinya pedagang itu punya kios besar ya nanti dapatnya kios yang besar juga nggak mungkin dikasih yang kecil. Nanti bangunannya nggak akan ditambah, jadi ya segitu bangunannya.” jelas Huriyani.
Berdasarkan informasi yang didapat, target pembangunan atau relokasi pasar dibangun 2024. Namun dikarenakan ada kegiatan pemilu relokasi pasar diundur hingga pemilu berakhir.(c1)



















