“Iya, karena yang itu mahal. Jadi lebih murah cabai yang rusak. Harga cabai sekarang sampai 85 ribu perkilogram nya. Naiknya sudah sejak satu minggu yang lalu. Kalau harga cabai yang rusak 64 ribu perkilogramnya,” tuturnya.
Ia pun menjelaskan kenaikan harga cabai rawit merah itu, dikarenakan faktor cuaca ekstrim yang terjadi saat ini. Cuaca panas ekstrim ini, membuat tanaman petani cabai mengalami kerusakan. Sehingga berdampak pada naiknya harga cabai di pasar.
“Pengaruhnya karena panas musim kemarau, banyak yang mati cabainya. Iya menurun hasil panennya, dampaknya harga cabai ini naik,” katanya.
Naiknya harga cabai rawit merah ini juga mempengaruhi pembelian konsumen. Sehingga pedagang mengalami penurunan omzet.
“Ya yang beli (cabe rawit merah) berkurang. Biasanya orang beli satu kilo, sekarang jadi seperempat,” tandasnya.
Reporter : Taufiqur Rachman Saha / Agung Pamungkas



















