“Jadi ada pedagang yang jual Rp 70 ribu perkilo, ada yang Rp 73 ribu perkilo, dan yang paling tinggi seharga Rp 75 ribu perkilo,” kata Moh. Hasan Habibi.
Disinggung terkait kenaikan harga tersebut, Habibi menyebut sebenarnya untuk stok cabai rawit yang beredar di pasaran sendiri masih tergolong aman dan tidak terjadi kelangkaan. Pihaknya juga memastikan jika stok yang ada saat ini masih mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Hanya saja, memang kenaikan harga tersebut dikarenakan harga jual cabai dari pihak pengepul yang ada di Pasar Ngemplak sudah tergolong tinggi. Hal itu berimbas pada pedagang yang mengambil stok cabai dari pengepul tersebut terpaksa menjual dengan harga yang tinggi.
“Kalau informasi dari pedagang, mereka hanya mengambil untung sekitar Rp 2 ribu perkilonya, karena memang harga jual dari pengepulnya sendiri sudah tinggi. Kami belum tahu pasti kenapa mereka menjual dengan harga tinggi,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor :



















