Desain batik yang beragam dan bisa digunakan untuk kantor pemerintah dan swasta membuatnya fleksibel dikenakan setiap kalangan. Karena itu, menurut Embran, batik harus berkembang dan eksplorasinya harus berkelanjutan.
Dosen fesyen desain di dua universitas di Surabaya ini mengagumi tema Padma Anindya Khadiri yang diartikan kemegahan dan keindahan bunga teratai dari Kediri. Teratai adalah kisah singgasana dewa untuk agama Hindu dan Budha dan teratai selalu mekar di pagi hari.
Embran semakin tertarik karena karya batik ini sudah tinggi levelnya. Bukan seperti karya orang daerah tapi sudah produk nasional. Embran yakin adanya bandara semakin berkembang dan selera fesyen juga berkembang.
“Di KFBF 2023 ini kita tampilkan 40 baju, dengan rinci 30 baju, 7 desainer atau kreator Batik Kabupaten Kediri dan 12 peraga Kediri dan Nasional,” imbuhnya.(bak)



















