Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Jangkauan akses internet di Kabupaten Trenggalek pelan namun pasti mengalami perluasan. Tahun ini, sebanyak tujuh desa menanggalkan status blank spot. Kendati begitu, pemerintah masih punya pekerjaan rumah (PR) karena sebanyak 17 dusun belum tersentuh akses internet.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek, Edif Hayunan Siswanto mengatakan, tujuh desa yang menanggalkan status blank spot pada 2023 ini adalah Desa Kembangan Kecamatan Pule, Desa Depok Kecamatan Panggul, Desa Watuagung Kecamatan Dongko dan empat desa di Kecamatan Watulimo. Meliputi Pakel, Watuagung, Ngembel dan Karanggandu.
“Tahun 2023 ini kami telah mengentaskan 7 desa tersebut dari kawasan blank spot sehingga kini sudah mendapat akses internet,” kata Edif, Kamis (14/12).
Perluasan jangkauan akses internet itu semakin mengerutkan area-area blank spot di Trenggalek. Edif menyebut, saat ini berfokus untuk menuntaskan sebanyak 17 dusun yang masih belum tersentuh internet dengan maksimal. Lokasinya rata – rata di kawasan pegunungan maupun lembah.
“Pada intinya di tahun 2023 ini kawasan desa ternyata sudah tidak ada yang blank spot, sehingga kita menggunakan basis yang lebih kecil yaitu dusun. Dusun blank spot sendiri mayoritas terjadi di lembah atau daerah cekungan pegunungan, sehingga menyebabkan sinyal seluler sulit untuk masuk kawasan itu,” imbuhnya.
Standardisasi kategori blank spot yang dimaksud, lanjut Edif, menurut standarisasi Dinas Kominfo adalah daerah yang cakupan internetnya maksimal hanya akses sinyal 2 G. Padahal saat ini sinyal 2 G sudah tidak relevan untuk mengakses internet baik untuk unggah maupun unduh seperti kebanyakan aktivitas pengguna internet pada umumnya.


















