Untuk itu, dia berencana untuk memaksimalkan infrastruktur telekomunikasi dengan para provider. Namun menuai kendala karena tak semua penyedia jaringan seluler mau berinvestasi dengan membangun base transceiver station di daerah dengan masyarakat yang minim akses internet.
“Pihak operator pun akan menimbang kebutuhan pengguna internet jika akan membangun tower. Kalau sudah membangun tower tapi jumlah penduduknya sedikit, ditambah mereka jarang mengakses internet, operator ini akan rugi,” ujarnya.
Untuk mengentaskan problematika itu, pihaknya memutuskan lebih banyak menggandeng jasa penyedia internet service provider lokal ke lokasi-lokasi blank spot dengan menarik kabel optik ke wilayah tersebut.
Dengan begitu, Edif berharap seluruh masyarakat Bumi Menak Sopal dapat menjangkau akses internet dengan maksimal. Sebab internet diera seperti saat ini seolah sudah seperti menjadi kebutuhan.
“Skema survei pemetaan ke depan kita akan berbasis kawasan. Karena di Trenggalek ini ada kawasan hutan dan ada kawasan datar, dengan begitu usulan yang kita ajukan ke Kemenkominfo bisa tepat sasaran,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya


















