Selain Harga tidak Seusai Pasaran, Ini Alasan Warga Kota Kediri Tolak Apprasial Tol Kediri – Tulungagung

KEDIRI, SEJAHTERA.CO – Selain persoalan harga apprasial yang dinilai di bawah harga pasaran, ada permasalahan lain yang menjadi keresahan masyarakat terdampak Tol Kediri – Tulungagung.

Warga Kelurahan Gayam Kecamatan Mojoroto mempertanyakan keseriusan dari tim pengadaan tanah Jalan Tol Kediri – Tulungagung.

Beberapa hal menjadi perbincangan serius pada grup Watsapp warga setempat, termasuk perubahan istilah yang awalnya ganti rugi menjadi ganti untung.

Read More

 

Selain itu, warga menilai apprasial tanah terdampak Tol Kediri – Tulungagung juga terkesan tidak adil karena penetapan harga dilakukan secara sepihak.

Persoalan ketiga adalah harga tanah yang berada di bawah harga normal karena tim apprasial menggunakan pembanding yang tidak relevan.

Tim apprasial membandingkan tanah di Kelurahan Gayam dengan harga tanah di Kelurahan Bujel dan Desa Manyaran Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri.

 

Warga menilai tim apprasial menentukan harga berdasarkan bentuk tanah, bukan potensi ekonomi yang dihasilkan dari tanah milik warga yang terdampak.

“Waktu itu karena harga yang saya dapatkan tidak sesuai saya meminta ganti rugi berupa tanah namun petugas tidak berhasil menemukan tanah yang sebanding dan berdekatan dengan lokasi,” Pudjihartini (65), warga Kelurahan Gayam.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *