Alokasi Pupuk Urea Subsidi 50 Persen dari Kebutuhan, Ini Penjelasan Dispertan Tulungagung

Alokasi Pupuk Urea Subsidi 50 Persen dari Kebutuhan, Ini Penjelasan Dispertan Tulungagung

Sedangkan beberapa tahun terakhir tepatnya pada 2022 dan 2023, kondisi serupa tidak terjadi petani mendapatkan pupuk sesuai permohonan. Sementara untuk pupuk jenis NPK, dikarenakan harganya lebih mahal, pemerintah tidak memberikan subsidi sebesar yang diharapkan petani.

“Jadi kami optimis jika pemerintah pusat tidak hanya diam saja atas kondisi seperti ini yang mana sebelum MT 2 dan MT 3 akan ada tambahan pupuk subsidi lagi,” jelasnya.

Terkait gejolak pada kalangan petani atas permasalahan ini, Dispertan segera melakukan sosialisasi kepada petani agar memahami kondisi ini. Mengingat penyaluran pupuk subsidi dilakukan oleh pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah.

Read More

Selain itu Oky juga sudah mengajukan seluruh kebutuhan pupuk subsidi bagi petani di Tulungagung untuk satu musim penuh tanpa adanya pengurangan jatah. Maka dari itu, dia meminta agar para petani bersabar dan menunggu datangnya tambahan pupuk subsidi.

“Untuk jatah alokasi yang diberikan ini, kami yakin cukup untuk MT 1 dan bahkan masih menyisakan sedikit untuk MT 2. Mudah-mudahan pemerintah pusat segera mengirimkan tambahan pupuk sebelum masuk MT 2,” pungkasnya.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *