Batu, SEJAHTERA.CO – Tiga remaja yang diduga mengeroyok Danar Anendra Putra (17) hingga tewas dan jenazah dibuang ke sungai Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Minggu (7/1) diungkap Polres Batu.
Polisi berhasil mengamankan tiga tersangka pelaku, yaitu EK (14), warga Desa Sebaluh, Pujon, AR (18) warga Desa Maron, Pujon dan AS (19), warga Desa Madiredo, Pujon. Kemungkinan, masih akan ada tersangka baru.
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Rudi Kiswoyo membenarkan jika para pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi pengeroyokan ini disebabkan terjadi akibat saling pandang.
Awalnya, korban bersama rekannya, Galih Wisnu (18) hendak menonton kesenian bantengan di Dusun Tretes, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Malang pada Sabtu (06/01) sekitar pukul 23.00 WIB.
Keduanya berangkat mengendarai motor lewat jalur pintas mengingat situasi di jalan utama sedang padat. Di tengah jalan saat kondisi sepi, korban mendengar dipanggil oleh sekelompok orang tak dikenal yang sedang duduk di tepi jalan.
”Korban mengira itu teman mereka. Karena gelap, mereka turun dari motor untuk melihat dari dekat. Namun ternyata tak satupun dari mereka dikenal oleh korban,” terang Rudi, Rabu (10/01).
Hingga kemudian teman korban mengatakan ‘Lapo Mas?’ dan dijawab salah satu pelaku ‘Matamu! lek liwat kini ojok plirak-plirik’. (Kalau lewat sini jangan lihat-lihat, red).
Belakangan diketahui, para pelaku sudah mengincar korban sejak terjadi adu pandang di acara kesenian bantengan. Kemudian, antara korban dan pelaku kebetulan bertemu di lokasi kejadian.
Hingga tiba-tiba salah satu dari pelaku memukul bagian mata kanan Galih. Begitu juga pelaku lainnya ikut mengeroyok teman korban. Sementara, korban tewas bermaksud melerai, namun ia dirangkul salah satu pelaku untuk menjauh entah dibawa kemana.



















