Surabaya, SEJAHTERA.CO – Komisi B DPRD Jawa Timur berencana wadul ke Komisi IV DPR RI terkait alokasi pupuk subsidi yang berkurang hingga 40 persen.
Diketahui, alokasi pupuk subsidi di Jawa Timur tahun 2024 hanya 963.847 ton dibandingkan tahun 2023 yang sebanyak 1.626.055 ton.
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Subianto mengatakan, kalau alokasi pupuk subsidi berkurang, maka dipastikan produktivitas padi akan berkurang.
Apalagi, lanjutnya, lahan pertanian Jawa Timur mendapat tambahan seluas 500.000 hektare dari perhutanan sosial.
“Lahan pertanian Jawa Timur ini sebelumnya 20,1 juta hektare, namun karena ada pembangunan tol akhirnya menyusut jadi 18 juta hektare,” katanya dikonfirmasi, Kamis (11/1/2024).
“Kalau alokasi pupuk berkurang, dipastikan produksinya juga akan berkurang. Dan ini bisa mengancam ketahanan pangan masyarakat,” jelasnya.
Subianto menambahkan, dalam waktu dekat (Komisi B DPRD Jawa Timur) akan wadul ke Komisi IV DPR RI.
Sementara itu Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin ketersediaan pupuk subsidi pada masa tanam (MT) I selama Oktober 2023 hingga Maret 2024 mencukupi.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, menyebut menargetkan luas tanam selama MT I mencapai 6,3 juta hektare dengan kebutuhan pupuk sebanyak 2,4 juta ton.



















