Substansinya adalah kita membuang aliran kali paron ke saluran pembuang dan kita buatkan shortcut (jalan pintas) yang mengarah ke Sungai Brantas langsung,” bebernya.
“Tapi sebelum kesana (pekerjaan utama) untuk memastikan kenyamanan masyarakat, agar tidak takut dan was-was menghadapi musim hujan. Mulai Besok kita akan buat shortcutnya itu,” bebernya.
Sedangkan untuk rencana revitalisasi secara detail belum bisa dijabarkan, karena saat ini masih dalam tahap penetapan anggaran dan nanti akan dilanjutkan tender.
“Untuk revitalisasi ini kita ambilkan dari BTT karena dalam penyusunan anggaran tidak dimasukkan. Karena ini urgent jadi kita ambilkan dari BTT. Ini kita menunggu pengajuan dari dana BTT,” katanya.
Bila mengacu pada DED yang telah dibuat sejak 2022 lalu. Untuk revitalisasi Kali Paron menghabiskan dana sekitar Rp 3,5 miliar. Tapi karena menyesuaikan kemampuan anggaran disepakati Rp 1,3 miliar.
“Dalam pengerjaannya kami akan berhati-hati karena Kali Paron ini juga digunakan untuk mengisi saluran irigasi ke lahan pertanian warga. Air dali kali paron ini diketahui digunakan untuk mengaliri sawah seluas 300 hektare,” tutupnya.
Sebelumnya, setiap kali hujan deras banjir selalu melanda Dusun Beru akibat meluapnya Kali Paron. Banjir yang menerjang membawa material lumpurĀ ke jalan dan rumag warga dengan dimensi tebal mencapai 50 sentimeter. Selain itu, luapan air juga menyebabkan area tersebut tertutup lumpur dengan ketinggian kurang lebih 5-10 sentimeter.
Reporter : Arief Juli Prabowo



















