” Tentu saja kita memberikan kesan estetiknya masuk. Di lorong itu juga bisa digunakan untuk galeri seni atau exhibition,” sambungnya.
Saat ini rencana pembangunan jembatan penyeberangan bawah tanah itu tengah diajukan oleh PUPR. Tinggal menunggu proses penganggaran yang dimungkinkan baru bisa dilakukan paling cepat tahun 2025 mendatang.
“Kemarin DED sudah selesai dan tinggal penganggaran saja. Kemungkinan 2025. Kita tunggu keputusan dari PUPR. Kalau dari perhitungan DED anggaran yang dibutuhkan kurang lebih Rp 12 miliar,” tuturnya.
Dengan adanya jembatan penyeberangan bawah tanah, Alfi berharap masyarakat bisa lebih dimudahkan. Mengingat pasar Induk Among Tani Kota Batu sejak dibuka sampai saat ini semakin ramai pengunjung.
“Tujuannya untuk penyeberangan orang. Awalnya itu kita membuat pertimbangan antara Jembatan layang atau Jembatan bawah tanah. Akhirnya kita putuskan jembatan bawah tanah dengan beberapa alasan,” tutupnya.
Reporter : Arief Juli Prabowo



















