Sementara dalam proses pembuatan, lanjit Rusmanto, proses pembuatan arang dimulai dengan pemilihan bahan baku yang telah kering. Kayu-kayu ini kemudian dimasukkan ke dalam tungku pembakaran yang telah disiapkan.
“Proses pembakaran dilakukan dengan penggunaan tungku tradisional selama 3 hingga 5 hari. Setiap tungku memuat satu truk kayu dan menghasilkan sekitar 30 karung arang,” bebernya.
Setelah proses pembakaran selesai, dilakukan tahap pembersihan dan pemilihan arang yang berkualitas. Arang yang telah bersih dan berkualitas tersebut dimasukkan ke dalam karung dan siap untuk dijual kepada pelanggan.
Karimatul Maslahah, salah satu pembeli mengaku telah berlangganan beli di tempat Rusmanto. “Saya pesan arang untuk persiapan nyate Hari Raya Idul Adha. Pesan duluan takut kehabisan. Sudah langganan pesan arang di sini,” ujarnya.
Dari usaha produksinya, Rusmanto mampu menopang kebutuhan keluarganya dengan omzet bersih sekitar Rp 2 hingga Rp 3 juta rupiah per bulan. Pelanggannya tidak hanya datang dari Jombang, tetapi juga dari daerah lain seperti Mojokerto dan Kediri.
Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas
Editor : Gimo Hadiwibowo



















