Jelang Kemerdekaan, IKN Siapkan Angkutan Jenis Kereta Tanpa Rel dari Tiongkok, Lima Gerbong Tampung 500 Penumpang

Jelang Kemerdekaan, IKN Siapkan Angkutan Jenis Kereta Tanpa Rel dari Tiongkok, Lima Gerbong Tampung 500 Penumpang
Berikut penampakan angkutan tanpa rel Trem Otonom Terpadu yang sudah siap di IKN – dok-humas ikn

Untuk memastikan seluruh system, mulai dari sarana kereta hingga infrastruktur pendukung berfungsi dengan baik dan aman, serta sesuai dengan regulasi transportasi.

Ali juga menjelaskan bahwa Trem Otonom Terpadu tersebut memiliki beberapa kelebihan, yaitu dari biaya investasi yang jauh lebih efisien dibandingkan dengan kereta konvensional yang menggunakan rel.

Dari segi kapasitas, Trem Otonom Terpadu dapat mengangkut penumpang secara masif dengan kapasitas mencapai 300 orang dalam tiga gerbong, hingga 500 orang dalam 5 gerbong dalam satu trainset dengan sekali perjalanan.

Read More

Baca Juga : Edarkan Pil Koplo, Tiga Pemuda Diringkus Unit Reskrim Polsek Jogoroto Jombang

Saat ini Kementerian PUPR sedang membangun delapan halte ultimate (utama) untuk menunjang operasional Trem Otonom Terpadu, yang akan digunakan ketika loop ultimate (jalur lintasan utama) sudah siap digunakan seluruhnya.

Rutenya, dari Sumbu Kebangsaan Sisi Barat, depan Istana Presiden, Sumbu Kebangsaan Sisi Timur hingga kembali ke Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dengan total jarak sekitar 4,9 km.

Dalam sekali pengisian daya, Trem Otonom Terpadu dapat menempuh hingga jarak 70 kilometer.

Trem Otonom Terpadu ini akan menjadi teknologi pertama di Indonesia yang diuji coba tanpa rel, menggunakan baterai yang dipandu oleh marka jalan.

Baca Juga : Vandalisme Tolak Arema FC, Polisi Periksa CCTV

Ali menegaskan uji coba moda transportasi ini dilakukan untuk menilai keandalan teknis, interoperabilitas, keekonomisan, dan transfer pengetahuan sebelum penerapan di Indonesia khususnya di IKN kedepannya.

Sinergi antara Kementerian dan lembaga dalam pembangunan Nusantara menunjukkan bahwa pembangunan Nusantara dalam aspek sektoral pun dilakukan dengan tetap mengimplementasikan prinsip 4 K.

Yaitu komunikasi, koordinasi, konsolidasi, dan kolaborasi, layaknya one map, one plan, one policy (satu peta, satu perencanaan, satu kebijakan).

Baca Juga :Tempat Pres Rosok di Balong Terbakar, Sejumlah Mobil Damkar Dikerahkan, Penyebabnya Belum Diketahui 

Artinya dari mulai perencanaan sampai implementasi, pemerintah sepenuhnya bahu-membahu, semua lini dan sektor terus bekerja sama membangun Nusantara termasuk para stakeholders (pemangku kepentingan).

Keberhasilan Trem Otonom tersebut juga ditentukan oleh partisipasi seluruh pihak termasuk masyarakat yang perlu mempersiapkan diri untuk hidup di area dan era.

Memerlukan pembaharuan dari budaya bekerja dalam peradaban baru yang akan diwujudkan, termasuk dalam penggunaan kendaraan otonom sebagai transportasi massal.

Sumber: Humas Otorita IKN

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *