Lima Hari Kerja Puskesmas Trenggalek Masih Pembahasan

Sunarto saat dikonfirmasi (angga/sejahtera.co)

“Sehingga optimalisasi layanan ini yang akan dikaji. Kalau di tempat lain melakukan (5 hari kerja), kenapa Trenggalek tidak,” ujarnya.

Sunarto menyebut, optimalisasi layanan itu juga akan memberikan dampak positif bagi para tenaga medisnya. Mereka akan memiliki waktu yang cukup untuk keluarga sehingga bisa meningkatkan indeks kebahagiaan keluarga di Trenggalek.

Baca Juga : Pilkada Kota Blitar, Diserahkan dari Sekjen, Gerindra Rekom Bambang-Bayu

Read More

“Dengan pola kerja saat ini jam tujuh layanan kemudian pulang jam setengah tiga itu mereka harus lembur. Sepulang layanan mereka harus entri data karena by sistem yang kemudian nantinya dijadikan dasar kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Namun, dengan pola lima hari kerja itu, dia menyebut bakal memberikan ruang lebih bagi tenaga kesehatan puskesmas. Harapannya tak hanya berdampak pada personal petugas kesehatan, namun secara luas bisa berdampak pada peningkatan perekonomian lewat kulinernya hingga pariwisatanya.

“Karena salah satu indeks kebahagiaan itu adalah dengan rekreasi,” pungkasnya.

Baca Juga : Hutang Rp 100 M untuk PJU Ditolak, Masyarakat Demo di DPRD Kabupaten Ponorogo

Untuk diketahui, ada sebanyak 22 puskesmas di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek. Dari 22 puskesmas yang tersebar di 14 Kecamatan itu, hanya tiga puskesmas yang tidak memiliki layanan rawat inap. Yaitu Puskesmas Trenggalek, Rejowinangun dan Panggul.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *