Imbas kekeringan, BPBD setiap harinya sudah menyalurkan rata-rata dua truk tangki air bersih dengan kapasitas 10 ribu liter. Bahkan satu desa tiap harinya harus mendapat kiriman 25 ribu liter air bersih lantaran kekeringan ekstrem.
Baca Juga : Debit Air Terus Susut, 12 Embung Terancam Kering, Ini Catatan Dinas PUPR Jombang
Selain memberikan bantuan air bersih, BPBD juga harus mendistribusikan bantuan tandon air portabel untuk beberapa desa yang membutuhkan. Puluhan bantuan tandon BPBD Provinsi berkapasitas 1200 liter.
“Tandon air portabel ini akan dikirimkan pada beberapa desa terdampak kekeringan yang ada di Kabupaten Tulungagung. Terutama desa yang mengalami kekeringan parah,” ungkapnya.
Tandon portable ini, akan mempermudah petugas saat melakukan dropping air bersih ke desa terdampak kekeringan. Ini lebih efisien karena petugas tidak lagi perlu datang ke rumah-rumah warga.
Baca Juga :Lahan Organik Diperluas, Tingkatkan Produksi Padi Sehat di Kabupaten Trenggalek
Dia berharap bantuan dropping air bersih dan tandon air portabel ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat.
“Sembilan desa terdampak kekeringan ini mayoritasnya berlokasi di pegunungan, sehingga bantuan yang kami berikan ini bisa bermanfaat untuk warga terdampak,” pungkasnya.



















