Hari Terakhir Pendaftaran, KPU Tulungagung Digeruduk Dua Bacakada, Ini Dia Sosok dan Programnya

Hari Terakhir Pendaftaran, KPU Tulungagung Digeruduk Dua Bacakada, Ini Dia Sosok dan Programnya
Pasangan Budi Setiahadi - Susilowati menjadi pendaftar terakhir pada kontestasi Pilkada 2024 di Tulungagung (isal/sejahtera.co)

Baca Juga :Dikawal Ribuan Pendukung, Paslon BonUs Mendaftar ke KPU 

Pencalonan Budi Setiahadi pada Pilkada 2024 bukan yang pertama, pasalnya dirinya sudah empat kali mencalonkan diri.

Pasangannya, Susilowati baru saja mengundurkan diri sebagai Ketua DPC PDIP Tulungagung.

Read More

“Alhamdulillah sangat luar biasa, kami tidak mengira akan secepat itu mulai dari rangkaian proses komunikasi yang kami jalin hingga berhasil mendaftar ke KPU Tulungagung,” kata Budi Setiahadi.

Pasangan Budi – Susi diusung partai tunggal tanpa berkoalisi, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan dirinya yakin bisa menang Pilkada 2024.

Baca Juga :9 Pengedar Narkoba Ditangkap, Polres Trenggalek Sita 22,64 Gram Sabu dan 9.377 Dobel L 

Hal ini dikarenakan pasangan Budi – Susi yang memiliki akronim Sehati diyakini sebagai pasangan yang lengkap.

Pasalnya, dirinya memilih berpasangan dengan Susilowati sebagai bentuk kesetaraan gender, dimana Susilowati juga merupakan sosok inspiratif di Tulungagung.

Pihaknya juga menganggap jika saat ini sudah waktunya bagi masyarakat di Tulungagung untuk memiliki sosok pemimpin perempuan.

“Kita dilahirkan dari rahim seorang wanita, sudah waktunya masyarakat Tulungagung punya pemimpin yang akan meneruskan Eyang Gayatri (Sri Gayatri Rajapatni) yang mampu mewujudkan visi Cakrawala Mandala Nusantara (ajaran penyatuan) dan ajaran bhinneka tunggal ika,” ungkapnya.

Baca Juga :Denny Djoko Purnomo, Anggota DPRD Kota Madiun Siap Ajukan Program Beasiswa Pendidikan

Pada pencalonannya yang keempat ini, pihaknya menawarkan sejumlah program kepada masyarakat, di antaranya memberikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) gratis kepada masyarakat miskin, meningkatkan Anggaran Dana Desa (ADD) agar pelayanan masyarakat menjadi lebih baik, hingga peningkatan mutu pendidikan.

“Kami juga menyoroti masih banyaknya jalan rusak di Tulungagung, dimana hal ini belum mencerminkan keberhasilan pembangunan,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *