Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Jelang detik terakhir penutupan pendaftaran, Kamis (29/8/2024) malam, KPU Tulungagung didatangi dua bakal calon kepala daerah (Bacakada).
Baca Juga :Ansor Datangi Polres Trenggalek, Tuntut Kejelasan Kasus Tokoh Agama Diduga Menghamili Muridnya
Dua pasangan bacakada yang mendaftar di malam hari atau injury time itu salah satunya pasangan Santoso dan KH. Samsul Umam.
Pasangan Santoso – KH. Samsul Umam ini memiliki latar belakang dari instansi di Kabupaten Tulungagung, yaitu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan KH. Samsul Umam sebelumnya menjabat Ketua Baznaz Tulungagung.
Santoso mengatakan, menjadi paslon ketiga yang mendaftar ke KPU dan diusung dua parpol parlemen dan dua parpol non parlemen, yakni koalisi Partai Demokrat, PPP, PBB dan Partai Buruh.
Baca Juga :Siap Berkompetisi di Pilkada Kota Madiun, Paslon Inda-Aldi Mendaftar ke KPU di Injuri Time
Bersanding dengan KH. Samsul Umam, dia optimis untuk memenangkan kontestasi Pilkada di Tulungagung dengan mengusung program perubahan.
Dia merupakan tokoh nasionalis dan KH. Samsul Umam sebagai tokoh religious yang diyakini akan membawa persatuan di Tulungagung.
“Harapan kami, kelompok nasionalis dan religius ini bersatu. Jadi ketika diberikan amanah, kita akan melakukan yang terbaik bagi perkembangan masyarakat di Tulungagung,” kata Santoso, Kamis (30/8/2024).
Baca Juga :Pendaftaran Pilkada Ditutup, Dipastikan hanya Dua Paslon yang Bakal Bersaing di Pilbup Jombang
Soal surat pengunduran dirinya, ungkap Santoso, telah mengajukan dan ditandatangani oleh Pj Bupati Tulungagung.
Pasangannya yakni KH. Samsul Umam juga sudah mengundurkan diri sebagai Ketua Baznas Tulungagung.
Sementara itu, pasangan bacakada yang paling akhir mendaftar ke KPU yakni duet Budi Setiahadi dan Susilowati.
Keduanya memiliki rekam jejak yang kontras, dimana Budi Setiahadi seorang pengusaha dan Susilowati politikus yang lama dinaungi PDI Perjuangan.



















