“Ini ulang tahun saya yang ke-23, untuk merayakannya keluarga saya ajak rekreasi di Yogjakarta dan Jawa Tengah, salah satunya di Umbul Banyu Roso ini,” jelasnya.
Hal serupa dialami oleh Basuki Widodo (40) asal Desa Karanggeneng, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah istimewa Yogyakarta, yang kerap ke Umbul Banyu Roso.
Pekerja serabutan ini rela sepeda motoran bersama Risma (35) istrinya untuk datang ke Umbul Banyu Roso. Setidaknya, 2 kali dalam sebulan.
“Di tempat saya tidak ada tukang pijat. Berendam dan tertimpa pancuran air di Umbul Banyu Roso, capek-capek menjadi hilang,” kata Basuki.
“Ini leher saya gak bisa untuk berputar, setelah berendam dan kena semburan air hangat belalai gajah, sekarang jadi enakan,” timpal Risma istri Basuki.
Menurut Basuki, Umbul Banyu Roso saban hari ramai dikunjungi orang. Mereka datang dari berbagai daerah, bahkan di luar Jawa Tengah. “Buka 24 jam. Semburan air hangat dari belalai patung gajah memang menakjubkan,” imbuhnya.


















