Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Puluhan warga mendatangi sebuah pondok pesantren di Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek.
Baca Juga :Kekeringan di Trenggalek Terus Meluas, Tembus 41 Desa di 11 Kecamatan
Kedatangan mereka untuk meminta pertanggungjawaban adanya seorang santriwati yang hamil hingga melahirkan, yang diduga dihamili oleh seorang pengurus pondok.
Massa yang mendatangi pondok pesantren itu adalah keluarga santriwati yang hamil hingga melahirkan.
Selain itu para tetangga dan beberapa warga lainnya yang merasa geram dengan dugaan tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh oknum pengurus pondok tempat santriwati belajar.
Ayah korban berinisial WT menyebut, penyebab kehamilan putrinya hingga melahirkan seorang bayi berusia lebih dari 2 bulan diduga terjadi di lingkungan pondok pesantren. Tindakan asusila itu diduga dilakukan oleh seorang pengurus pondok.
“Saya tidak terima. Anak saya bercerita kalau dihamili oleh pemimpin pondok, tapi sampai sekarang saya sendiri belum bisa bertemu dengan pemimpin pondok, bahkan polisi-pun diam saja,” kata WT, Minggu (22/9/2024).
Yang lebih membuat WT kecewa adalah kasus itu dinilai belum ditangani secara tuntas pasca-dilaporkan pihak berwajib beberapa waktu lalu.
Berkaca dari itu, pihaknya bermaksud mendatangi pondok tempat anaknya belajar itu untuk meminta pertanggungjawaban. Namun dia kesulitan menemui pihak pondok.
“Hingga saat ini belum bertemu,” imbuhnya.
Sebelum memutuskan untuk menggeruduk pondok, pihaknya sudah beberapa kali berkomunikasi dengan kepolisian pasca-melaporkan dugaan tindak pidana itu.



















