Namun, perselisihan terjadi antara korban dengan kakaknya (pelaku). Hingga akhirnya terjadilah perkelahian antara keduanya tersebut.
Baca Juga :Sinergi dan Kolaborasi Antar-komunitas Bersihkan Sampah Sungai Maron Banyakan
Suratno yang melihat kejadian tersebut berusaha melerainya dengan dibantu saksi Yulio Odion yang merupakan adik kandung dari EP dan Dadang.
Kapolsek Kota menyebut, saksi Yulio Odion berusaha menenangkan korban, sedangkan saksi Suratno berusaha menenangkan EP dengan cara mendekap tubuhnya. Karena pelaku berontak sehingga lepas dari dekapan Suratno, kemudian EP pergi mengambil benda tumpul yakni keramik di sekitar lokasi.
“Terduga pelaku kembali datang dan langsung memukul keramik ke bagian kepala korban sebanyak satu kali,” bebernya.
Baca Juga :Pembobolan Cucian Mobil di Kanigoro Didalangi Karyawannya Sendiri
Akibat pemukulan itu, lanjut dia, Dadang langsung terjatuh dan bagian kepala mengeluarkan darah. Selanjutnya terduga pelaku, langsung pergi untuk melarikan diri.
Sementara, saksi Yulio Odion meminta bantuan kepada warga sekitar.
Tak lama kemudian, beberapa warga datang ke lokasi dan melihat korban sudah meninggal dunia dengan posisi terlentang di tengah dengan tubuh membujur ke arah selatan, kakinya di sebelah utara jalan gang akses masuk menuju ke rumah orang tuanya tersebut.
Baca Juga :Seorang Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa di Balowerti Kediri, Diduga Korban Pembunuhan
“Selanjutnya warga melaporkan kejadian ke bhabinkamtibmas setempat dan diteruskan ke Polsek Kediri Kota,” ungkap Kapolsek Kediri Kota.



















