Seni ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran tingkat tinggi, sesuatu yang Robeth nikmati dalam setiap prosesnya. Setiap ukiran pirografi yang ia hasilkan bukan hanya memperlihatkan keterampilan tangan, tetapi juga ekspresi jiwanya.
“Selain itu seni ini juga menantang, karena ketika salah dalam proses harus mengulang dari awal,” kata Robeth.
Baca Juga :Peringati World Clean Up Day, LMI-DLH Kota Blitar Kompak Resik-resik Kali Lahar
Perjalanan mereka dalam dunia seni tak selalu mulus. Namun, dari ketekunan dan dedikasi, mereka kini telah berhasil memetik hasil.
Penghasilan dari kerajinan seni mereka kini bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga mencapai juta rupiah, bergantung pada tingkat kesulitan dan keunikan karya yang dihasilkan.
Keberhasilan ini tidak datang dalam sekejap, tetapi melalui proses panjang yang penuh pembelajaran. Apalagi keduanya tidak ada ‘warisan’ darah seni, mengingat orang tua mereka bukanlah pelaku seni. Kedua orang tuanya adalah guru agama.
Baca Juga :Disdag Kabupaten Kediri Minta Kuota Tambahan Gas LPG 3 Kilogram ke Pertamina
“Dulu bapak saya guru agama. Makanya dulu saya sempat mondok sambil kuliah dengan harapan saya bisa menjadi guru seperti bapak saya,” imbuhnya.
Namun takdir berkata lain. Sekitar tahun 2018, dia mencoba membuat lukisan obong itu dan membuahkan hasil. Karya itu dia ciptakan untuk mengisi waktu karena untuk menjadi sebagai guru bukan perkara mudah. Hingga akhirnya ia membangun impian untuk menjadi pelaku seni pirografi.
Baca Juga :Polisi Buru Pelaku Penganiayaan hingga Meninggal Dunia yang Sempat Pesta Miras
“Untuk pesanan, masih area Jawa. Tapi pernah mendapatkan pesanan dari luar Jawa seperti Kalimantan dan Bali karena via medsos jadi menjangkau lebih luas,” ujarnya.
Capaian itu menjadi kebanggaan tersendiri baginya karena menambatkan hati pada pilihan yang tepat.
Di balik usahanya yang terbilang sukses, Robeth secara tidak langsung membuktikan bahwa lulusan pondok juga bisa berdaya saing, bahkan menciptakan lapangan kerja.
Diapun mengaku bersyukur, meskipun tidak sama dengan profesi yang ditekuni ayah, namun dia sudah bisa mandiri dan memberikan penghidupan bagi orang lain.
Baca Juga :Terekam Video, PPDI Diduga Mendukung Salah Satu Cakada, Bawaslu Tulungagung Lakukan Ini
“Untuk saat ini tidak hanya melayani lukis bakar. Tapi dekorasi, photo wood dan lainnya. Pokok intinya souvernir atau dekorasi berbahan kayu,” pungkasnya.



















