Sementara itu, Aminah, Ibu dari Pipit mengaku bersyukur dan bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh anaknya. Namun ia mengeluhkan tidak adanya fasilitas ataupun tempat latihan di Kota Madiun.
“Tentunya bangga atas pencapaian ini, namun sangat disayangkan mengenai fasilitas latian di Kota Madiun belum ada,” ungkapnya.
Ia menambahkan, anaknya saat ini latihan hanya di ruang tamu rumahnya dengan bola rakitan sendiri yang diisi pasir dikemas lalu diisolasi.
Baca Juga :Genjot Pembayaran Pajak, Pemkab Ponorogo Hapus Denda Tunggakan Pajak Daerah
Menurutnya, hal ini dikarenakan alat untuk menunjang olahraga tersebut bisa dibilang cukup mahal. Bahkan mencapai puluhan juta rupiah.
“Tentunya harapannya ke depan bisa berkelanjutan dan bisa lebih berprestasi dari sebelumnya,” ucapnya.
Senada dengan hal tersebut Pipit Dwichandra Sari mengaku senang atas prestasi ini. Ia menambahkan sempat mengikuti 2 kategori yakni single dan mix double.
Baca Juga :Tambak Udang Seluas 9,5 Hektare di Trenggalek Disegel Satpol PP, ini Alasannya
Namun, sayang pada kategori single dia terhenti di babak 8 besar. Berbeda dengan kategori mix double, ia berhasil meraih juara 2.
“Saya ingin lebih berprestasi lagi dengan menjadi juara pada kejuaraan asia nanti,” tandasnya.



















