Setibanya di TKP, diketahui jika Trenggiling itu tengah bersembunyi di dalam tahan (Ngerong) di tempat kandang burung.
Menurut Bambang, proses evakuasi hewan langka dan dilindungi itu berlangsung tanpa adanya kendala, dimana proses evakuasi dilakukan selama kurang lebih 30 menit.
Baca Juga :Polisi Tangkap 6 Pemuda di Jombang Diduga Terlibat Aksi Pengeroyokan
Pada proses evakuasi ini, pihaknya harus berhati-hati agar kondisi Trenggiling tersebut tidak stress, sehingga Trenggiling itu tetap dalam konsisi sehat.
“Tidak ada kendala sebenarnya, tapi karena saat akan dievakuasi dia (Trenggiling) sedang sembunyi di dalam tanah, dan kami juga harus berhati-hati saat melakukan evakuasi agar hewan tidak stress, sehingga proses evakuasi memakan waktu 30 menit,” ungkapnya.
Baca Juga :Turut Serta Bantu Pemkot Madiun Tekan Inflasi, Kejari Kota Madiun Gelar Bazar Sembako Murah
Usai dievakuasi, jelas Bambang, hewan Trenggiling tersebut kemudian dibawa ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung untuk diamankan lebih dulu. Setelah itu, pihaknya berencana untuk menyerahkan hewan tersebut ke pihak BKSDA Kediri agar dilakukan konservasi dan dilepas kembali.
Menurut Bambang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA Kediri dan penyerahannya hanya tinggal menunggu dibuatkannya berita acara. Diketahui, trenggiling tersebut saat ini dalam kondisi sehat dan sangat lincah, dimana Trenggiling tersebut memiliki panjang kurang lebih 40-50 sentimeter.
Baca Juga :Tambah dan Perbaiki Infrastruktur Pendidikan Kota Batu, Wujudkan SDM Berdaya Saing
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA Kediri, dan mereka bersedia untuk menerima Trenggiling ini. Untuk waktu penyerahannya menunggu pihak BKSDA Kediri, dan saat ini kami sedang membuatkan berita acara penyerahan,” pungkasnya.



















