Tak lupa, Pj Wali Kota Kediri meminta para peserta workshop, agar ilmu yang diperoleh untuk disebarluaskan kepada teman sejawatnya dan dipraktekkan langsung saat berjumpa dengan pasien tunarungu maupun tunawicara. Di samping itu, penting juga untuk dilakukan yakni menyebarluaskan value layanan ini melalui media sosial agar para disabilitas tidak ragu atau malu untuk datang sendiri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca juga:FKUB Kota Kediri Ajak Tokoh Agama Mewujudkan Pilkada Damai
Di akhir sambutannya, Pj Wali Kota Kediri menekankan melihat pentingnya komunikasi yang inklusif, harapannya kegiatan workshop ini bisa dilaksanakan juga di OPD Pemerintah Kota Kediri lainnya. Tujuannya agar seluruh layanan publik dari Pemerintah Kota Kediri dapat lebih mudah diakses oleh para disabilitas tunawicara maupun tunarungu.
Hadir pula dalam acara ini, Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Fajri, Kepala Puskesmas se-Kota Kediri, Ketua Gerkatin Provinsi Jawa Timur Maskurun, serta para tenaga kesehatan dari puskesmas, RSUD, Dinas Kesehatan dan Labkesda Kota Kediri.



















