Kediri, SEJAHTERA.CO – Jembatan Semampir Kota Kediri telah kembali beroperasi setelah sempat ditutup selama sepekan.
Sebelumnya, penutupan itu dilakukan karena keperluan uji pembebanan dengan tujuan untuk memastikan keamanan dan ketahanan Jembatan Semampir dalam menahan beban kendaraan.
Pada Senin (28/10/2024) pukul 00.00 WIB, Satlantas Polres Kediri Kota memindahkan road barier atau pembatas jalan dan spanduk bertuliskan Jembatan Semampir ditutup mulai Senin (21/10/2024) hingga Minggu (27/10/2024).
“Sudah kita buka kembali secara total akses menuju Jembatan Semampir malam ini setelah dilakukan penutupan satu pekan lalu,” kata Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Afandy Dwi Takdir kepada Koran Memo.
Baca Juga :Kapolres Nganjuk Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ini yang Disampaikan
Afandy Dwi menyampaikan, walaupun jembatan sudah dibuka total, ada pemasangan portal atau pembatasan dari arah barat maupun timur Jembatan Semampir.
Menurutnya, kendaraan yang bisa melintas menuju jembatan tersebut yakni roda dua dan roda empat ataupun kendaraan yang memiliki ketinggian tidak melebihi atau maksimal 2,10 meter dan berat 8 ton.
“Artinya kendaraan di bawah ketinggian tersebut bisa melintas menuju Jembatan Semampir,” ucapnya.
Baca Juga :Pjs Bupati Kediri Harapkan Indeks Pembangunan Pemuda Meningkat dan Berdaya Saing
Untuk kendaraan besar, lanjut dia, dilakukan pengalihan arus karena portal atau pembatasan ketinggian kendaraan yang terpasang tersebut akan berakhir sampai bukan Maret 2025 mendatang.
Oleh karenanya, pihaknya sudah melakukan pengalihan arus lalu lintas kendaraan seperti bus dan truk melintas menuju arah timur kota atau sekitar Jalan Ahmad Yani ke selatan.
“Terkait pengalihan arus kendaraan sudah kami sampaikan satu minggu lalu atau sebelum penutupan Jembatan Semampir,” ungkap AKP Afandy Dwi Takdir.
Baca Juga :Peringati Hari Sumpah Pemuda, Jaga Semangat Kebhinekaan dan Kebersamaan
Berikut pengalihan arus lalu lintas Bus dari Surabaya menuju Tulungagung dialihkan melewati Jalan Mayor Bismo, lalu berlanjut ke Jalan Diponegoro, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Letjen Suprapto.
Setelah itu, bus akan berbelok di lampu merah terminal lama menuju alun-alun, lalu melewati Jalan Semeru, masuk ke terminal Tamanan, dan kembali lagi ke simpang empat alun-alun untuk kemudian berbelok ke Jalan Urip Sumoharjo.
Sedangkan, rute bus dari Tulungagung menuju Surabaya melewati simpang tiga Jetis, kemudian Jalan Perintis Kemerdekaan, dan di simpang empat Bence belok kiri menuju lampu merah terminal lama.
Baca Juga :Polres Blitar Kota Bongkar Tipu Modus Lunasi Utang Pinjaman Bank, Puluhan Nasabah jadi Korban
Dari sana, bus melanjutkan ke Jalan Letjen S. Parman, kemudian lurus di simpang empat Alun-Alun menuju arah Bandar Ngalim, masuk ke terminal Tamanan, lalu kembali lagi ke simpang empat alun-alun dan berbelok ke Jalan PB Sudirman.
Bus kemudian melanjutkan perjalanan melalui Jalan Yos Sudarso dan Jalan Mayor Bismo menuju Papar dan luar kota.
Baca Juga :KPU Ponorogo Mulai Sortir dan Lipat Surat Suara, Libatkan 140 Petugas Berpengalaman
Khusus untuk kendaraan besar, seperti truk roda enam keatas, setelah mencapai lampu merah terminal lama, diarahkan untuk terus lurus hingga ke lampu merah RS Baptis, lalu belok kanan melewati kawasan Pesantren dan menuju Simpang Lima Gumul (SLG).



















