Kemudian, para pelajar diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas melalui edukasi yang masif.
“Tertib berlalu lintas harus dimulai dari diri sendiri, kemudian berkembang ke lingkungan keluarga dan diteruskan lingkungan sekolah,” katanya.
Baca Juga :Ini Cara KPU Nganjuk Peringati Hari Sumpah Pemuda di Kampus dan Sekolah
“Untuk mewujudkan itu semua, kami tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan dukungan, kerja sama serta kolaborasi bersama elemen masyarakat lainnya,” ujarnya.
Untuk diketahui, operasi yang berlangsung selama 14 hari itu berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas merujuk perbandingan kecelakaan dalam operasi serupa pada tahun sebelumnya.
Baca Juga :Belasan Siswi SMP Negeri 2 Kare Kabupaten Madiun Alami Kesurupan saat Upacara
Tahun lalu ada 30 kali kecelakaan, sementara tahun ini 9 kali kecelakaan. Meskipun demikian, dari sanksi tilang sebanyak 962 pelanggar dan 7.320 teguran kepada pelanggar lalu lintas, angka pelanggaran kalangan anak dibawah umur masih mendominasi.
Hal itu menjadi perhatian lebih jajaran kepolisian lalu lintas di Trenggalek.
Meskipun Operasi Zebra Semeru 2024 telah berakhir, bukan berarti upaya preemtif, preventif dan penegakan hukum menjadi kendor.
Baca Juga :Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda, Pj Wali Kota Kediri Berharap Pemuda Berperan dalam Pembangunan
‘Sebaliknya, hasil ini akan menjadi evaluasi untuk meningkatkan berbagai langkah agar kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas semakin meningkat selaras dengan turunnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.



















