Cegah Pencemaran Emisi, Dishub Tulungagung Kembangkan Becak Listrik, Bakal Dijadikan Moda Transportasi Umum di Kota Marmer

Cegah Pencemaran Emisi, Dishub Tulungagung Kembangkan Becak Listrik, Bakal Dijadikan Moda Transportasi Umum di Kota Marmer
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro saat mencoba prototype becak listrik buatannya hasil kerjasama dengan SMK swasta di Tulungagung. (isal/sejahtera.co)

“Nanti kalau sudah layak dan bisa dipakai untuk moda transportasi, kami uji coba dulu pada kawasan CFD atau kawasan wisata lainnya terlebih dahulu,” ungkapnya.

Terkait pembuatan becak listrik ini, jelas Bagus, anggaran yang digunakan terbilang cukup murah dimana untuk pengadaan satu unit becak saja hanya membutuhkan Rp 400 ribu. Sedangkan untuk merombak becak tersebut menjadi becak listrik secara keseluruhan, total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 13,6 juta.

Baca Juga :Ribuan Surat Suara Pilkada Tiba, Ketua KPU Kota Batu: Kebutuhan Logistik Hampir 100 Persen

Read More

Selain itu, terkait kebutuhan isi ulang daya, pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan PLN Tulungagung untuk pengadaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Hal ini juga direspon baik oleh pihak PLN Tulungagung yang bersedia untuk menyediakan SPKLU tersebut untuk melayani becak listrik.

“Rencana ini sudah disambut baik oleh pihak PLN Tulungagung yang bersedia menyediakan SPKLU yang rencananya akan dipasang di kantor Dishub Tulungagung,” jelasnya.

Baca Juga :Mulai Bahas APBD 2025, Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo: Terus Kita Kebut

Meski masih prototype, Bagus menyebut, jika becak listrik itu diklaim mampu menempuh jarak sejauh 50 kilometer sampai 60 kilometer dari mulai baterai penuh. Sedangkan untuk kecepatannya dibatasi tidak lebih dari 25 kilometer per jam agar becak listrik tersebut memenuhi syarat untuk mengangkut penumpang.

Menurut Bagus, jika hasil uji coba itu nantinya mendapatkan hasil positif, pihaknya berencana untuk memproduksi becak listrik tersebut secara massal sebagai moda trasnportasi baru di Tulungagung. Namun demikian, rencananya becak listrik ini akan mulai digunakan pada tahun 2025 mendatang.

Baca Juga :Tersangka Pungli Surat Segel Tanah Desa Sawoo Ajukan Penangguhan Penahanan, Ini Kata Kasie Intel Kejaksaan Negeri Ponorogo

“Dikarenakan saat ini masih sedang musim politik, kemungkinan tahun depan bisa mulai dijadikan moda transportasi umum di Tulungagung. Kapasitas maksimalnya hanya bisa mengangkut dua penumpang saja,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *