Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Beredar video viral terkait perselisihan antara petugas Satpol PP Tulungagung dengan komunitas BMX saat pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Tulungagung pada Minggu (5/11/2024).
Dalam video singkat tersebut, anggota BMX dilarang untuk bermain di wahana skatepark Alun-Alun Tulungagung.
Baca Juga :Lubang Misterius di Tengah Aliran Sungai Desa Dawuhan, Ini Kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar
Video singkat yang berdurasi 1.52 menit itu memperlihatkan perselisihan antara anggota komunitas BMX, anggota Satpol PP Tulungagung dan warga yang berkunjung ke Alun-Alun saat pelaksanaan CFD.
Saat itu, kondisi Alun-Alun tengah ramai pengunjung dan banyak anak-anak bermain di skatepark.
Di saat bersamaan, terdapat beberapa anggota komunitas BMX yang bermain di area skate park hingga menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua pengunjung yang anaknya bermain di area skate park.
Baca Juga :Dilaporkan ke DKPP, Bawaslu Kota Blitar Siap
Hal ini membuat warga yang dibantu oleh anggota Satpol PP Tulungagung untuk melarang anggota komunitas BMX bermain di sana.
Sedangkan anggota komunitas BMX, merasa mereka memiliki hak untuk menggunakan fasilitas skate park di Alun-Alun Tulungagung.
Lantaran sesuai peruntukannya, skate park ditujukan untuk memfasilitasi pengguna skateboard maupun BMX agar tidak bermain di jalanan karena membayahakan.
Baca Juga :Debat Dihentikan KPU, Giliran Tim Rizky Mengadu ke Bawaslu Kabupaten Blitar
Merespons video viral ini, Kasatpol PP Tulungagung, Sony Welly Ahmadi mengatakan, permasalahan yang terjadi di Alun-Alun Tulungagung saat pelaksanaan CFD itu hanya salah paham antara warga, petugas Satpol PP dan komunitas BMX, dimana saat itu kondisi Alun-Alun Tulungagung tengah ramai pengunjung.
Terlebih lagi di saat bersamaan, terdapat peluncuran kegiatan hari jadi Kabupaten Tulungagung, sehingga membuat pengunjung pada kawasan CFD terutama Alun-Alun kian membludak.
Hal ini tentunya membuat masyarakat yang berkunjung ingin saling memanfaatkan fasilitas umum (Fasum) yang tersedia.
Baca Juga :Oknum Perangkat Desa di Jombang Terlibat Penebangan Liar Kayu Jati, Akan Dijual ke Wilayah Sidoarjo



















