Akibat hujan deras itu, membuat debit Sungai Bendomongal menjadi meningkat dan air meluap. “Banyak bambu-bambu yang juga terbawa arus air,” katanya.
Baca Juga :Stok Pupuk Bersubsidi di Tingkat Petani di Ponorogo Dipastikan Lancar, ini Penjelasan Dispertahankan
Terlihat kayu dan bambu terseret arus tersangkut di sisi-sisi sungai. Hal itu membuat aliran sungai menjadi tersumbat dan tanggul tidak bisa menahan aliran air yang deras namun tertutup sampah dahan pohon dan bambu. Akibatnya tanggul pun menjadi jebol hingga air masuk ke lingkungan.
“Yang terdampak banjir dari RT 6, 7 dan 8. Juga sekitar 50 rumah lebih yang terdampak,” beber Purnomo.
Dia menyebut, ada sebanyak dua rumah warga yang mengalami kerusakan yakni temboknya ambrol. Hingga kini, air pun masih belum surut dan mengalir menuju arah ke utara.
Adapun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri telah berada di lokasi banjir. “Itu rumah warga rusak akibat menerima terjangan air sungai yang meluap,” ungkapnya.



















