Sedangkan kerawanan lain yang perlu mendapat atensi diantaranya adalah minimnya partisipasi masyarakat dan politik uang.
Selain itu, kerawanan lainnya berupa masyarakat yang tidak menerima hasil rekapitulasi, ketidaknetralan penyelenggara serta adanya orang atau kelompok masyarakat yang menghalang-halangi seseorang untuk menggunakan hak pilihnya.
Indra menyebut telah melakukan berbagai langkah untuk menanggulangi potensi-potensi itu.
Termasuk upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dengan memberikan hadiah kepada pemilih yang beruntung. Langkah itu mendorong realisasi partisipasi pemilih yang ditargetkan KPU 75 persen dari rata-rata 68,08 persen.
“Untuk mencapai itu, harapan saya, harus bisa berkomunikasi, koordinasi dan kolaborasi. Forkopimda berperan aktif untuk mendorong masyarakat agar datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya mengajak seluruh lapisan termasuk dukungan dari masyarakat untuk sama-sama menciptakan situasi Kamtibmas kondusif hingga pelaksanaan Pilkada rampung. Untuk mewujudkan itu diperlukan kolaborasi semua pihak.
Baca Juga :SMK 2 PGRI Ponorogo dan Kantor Cabdindik Jawa Timur Digeledah Kejaksaan, Ternyata Ini yang Dicari
“Kami tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Sinergisitas, kerja sama dan kolaborasi sangat diperlukan agar Pilkada serentak 2024 dapat berjalan aman, lancar dan damai,” pungkasnya.



















